
Pemerintah Provinsi membuka gedung Isoter lantaran Covid-19 melonjak di Kaltim. Kaltim pun kembali diselimuti zona merah, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih berada di zona kuning.
Akurasi.id, Samarinda – Selama beberapa pekan terakhir Covid-19 melonjak di Kaltim. Hal ini menyebabkan Kaltim pun kembali diselimuti zona merah, kecuali Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang masih berada di zona kuning.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim, Sabtu 19 Februari 2022, penambahan kasus positif Covid-19 mencapai 1.978 orang. Dengan adanya penambahan itu, jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19, dirawat dan tengah menjalani isolasi mandiri (Isoman) bertambah menjadi 10.023 orang.
[irp]
Mengantisipasi lonjakan Covid-19 yang menyebabkan seluruh rumah sakit tak mampu menampung pasien seperti tahun sebelumnya, Pemprov Kaltim langsung membuka tempat isolasi terpusat (Isoter) yang berada di Komplek Stadion Masya Sempaja. Peresmian pembukaan isoter telah dilaksanakan pada Jumat, (18/2/2022) lalu.
Seluruh ruangan yang berada di Isoter pun disebut telah siap. “Siapa saja silakan merujuk kesini. Bukan hanya pegawai pemerintah, tetapi masyarakat umum juga bisa memanfaatkan isote ini. Sesuai aturan yang telah disampaikan Satgas Covid-19 maupun Dinkes Kaltim,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim Riza Indra Rizadi.
Bahkan, untuk memastikan seluruh ruangan telah siap dimanfaatkan, Riza didampingi sejumlah instansi terkait lainnya telah melakukan tinjauan pada hari peresmian Isoter.
Isoman di Isoter, Hubungi Call Center untuk Pemeriksaan

Plt Dinkes Kaltim Masitah menambahkan, sesuai ketentuan dan persyaratan sebelum masuk Isoter Sempaja, masyarakat diminta menghubungi pusat layanan (call center) 0811510119.
“Kami sarankan masyarakat menghubungi call center dulu sebelum ke Isoter. Sehingga mempermudah calon pasien diperiksa,” kata dia.
Selain itu, ia menegaskan, setelah melakukan pemeriksaan di Isoter calon pasien tidak perlu dirujuk di rumah sakit. Sebab, rujukan ke rumah sakit hanya dilakukan apabila pihaknya mendapati calon pasien memiliki gejala berat atau komorbid. Hal ini dilakukan untuk mengurangi beban rumah sakit.
“Isoter di Sempaja ini hanya bagi mereka yang memiliki gelaja ringan. Petugas yang melayani siap 24 jam termasuk call center,” ucapnya.
[irp]
Diketahui, tempat Isoter terdiri dari 2 unit gedung yang memiliki kapasitas 192 kamar dan 384 tempat tidur. Setiap kamarnya terdiri dari 2 tempat tidur yang disertai AC.
Sementara itu, tenaga media yang telah disediakan berjumlah 22 orang. Berkerja secara sif untuk menangani pasien. (*)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Redaksi Akurasi.id