Harga CPO Naik, Pemerintah Bakal Distribusikan Minyak Goreng Murah

kaltim_akurasi
111 Views
Harga CPO Naik, Pemerintah Bakal Distribusikan Minyak Goreng Murah
Harga minyak goreng melambung tinggi, diprediksi mengalami peningkatan menjelang Nataru. (Ilustrasi)

Harga CPO naik, pemerintah bakal distribusikan minyak goreng murah. Harga rata-rata minyak goreng di 10 kabupaten/kota per 22 November 2021 mengalami kenaikan antara 5 persen hingga 11 persen.

Akurasi.id, Samarinda – Dalam sebulan terakhir minyak goreng menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. Secara nasional harga minyak goreng curah naik Rp1.500 per liter. Sementara minyak goreng kemasan naik Rp2 ribu per liternya.

Untuk di Kaltim, harga rata-rata minyak goreng di 10 kabupaten/kota per 22 November 2021 mengalami kenaikan antara 5 persen hingga 11 persen jika dibandingkan bulan lalu. Menyebabkan adanya kenaikan harga minyak goreng dari sebelumnya Rp12 ribu per liter menjadi Rp20 ribu.

Kenaikan ini dikarenakan harga bahan baku (CPO) naik. Kemudian, adanya peralihan energi di beberapa negara di Eropa dan Cina menjadi energi biodiesel. Selain itu, terjadi penurunan  stok minyak sawit dan minyak nabati lainnya karena penurunan produksi di negara produsen besar.

“Itu masalah Indonesia. Tapi soal bahan bakunya masalah dunia. Jadi pelaku usaha yang memproduksi minyak goreng tentu bahan bakunya mahal,” terang Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kaltim Yadi Robyan Noor, Selasa (23/11/2021).

Terlebih dengan adanya prediksi peningkatan harga menjelang Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Sebagai upaya untuk mengantisipasi stabilisasi harga dan ketersediaan komoditas,  pemerintah berkomitmen mendistribusikan 11 juta liter minyak goreng ke seluruh Indonesia, termasuk Kaltim.

“Pemerintah pusat akan menyalurkan dana stimulan, dengan mendistribusikan 11 juta liter. Klarifikasinya menunggu satu atau dua minggu ini. Karena kan masalah distribusi,” jelasnya.

[irp]

Di saat bersamaan, Analis Perdagangan Madya Kementerian Perdagangan RI Purwandoko menyatakan, distribusikan minyak goreng murah merupakan solusi sementara untuk menekan harga.

“Masalah pendistribusian per wilayah belum dipastikan. Yang jelas ini solusi jangka pendek. Agar masyarakat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau, tapi tidak secara keseluruhan. Dikhususkan untuk masyarakat kelas menengah ke bawah dan UKM,” ungkapnya.

Adapun pendistribusian minyak goreng tersebut nantinya melalui Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO). Dengan komitmen menyalurkan minyak goreng seharga Rp14 ribu.

“Kami membuat kesepakatan dengan beberapa produsen, intinya berkomitmen untuk menyediakan 11 juta liter dengan harga terjangkau,” ujarnya.

[irp]

Secara nasional, stok minyak goreng aman sebesar 628.000 ton lebih. Yang patut menjadi perhatian, antisipasi pelaku usaha yang cenderung memilih ekspor daripada menjual untuk keperluan dalam negeri.

“Sebagai upaya antisipasi,  perlu peran dan dukungan pemerintah daerah dalam mengawasi pelaku usaha dan pendistribusiannya. Terutama berkaitan permasalahan-permasalahan yang mempengaruhi stabilitas harga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Devi Nila Sari

Editor: Redaksi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana