Senin , Juli 22 2024
Kaltim memiliki target pemeriksaan HIV melalui VL HIV sebesar 3.771 pasien pada 2024, sebagai upaya eliminasi HIV AIDS tahun 2030. (Ilustrasi/Istimewa)
Kaltim memiliki target pemeriksaan HIV melalui VL HIV sebesar 3.771 pasien pada 2024, sebagai upaya eliminasi HIV AIDS tahun 2030. (Ilustrasi/Istimewa)

Menuju Eliminasi HIV AIDS Tahun 2030, Kaltim Gencarkan Pemeriksaan Viral Load

Loading

Upaya untuk eliminasi HIV AIDS tahun 2030 telah disepakati di tingkat global, melalui pencapaian 95–95–95.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dalam rangka capai target eliminasi HIV AIDS di tahun 2030, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gencar melakukan pemeriksaan Viral Load (VL) HIV. Hal ini dibuktikan dengan target pemeriksaan VL HIV di Kaltim tahun 2024 sebesar 3.771 pasien.

“Upaya ini merupakan langkah penting untuk memastikan efektivitas pengobatan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV) dan memutus mata rantai penularan HIV AIDS,” ujar Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin, Kamis (20/6/2024).

Sementara itu, Kementerian Kesehatan telah menetapkan target pemeriksaan VL HIV pada ODHIV dalam Pengobatan ARV yaitu, 65 persen di tahun 2024.

Upaya untuk eliminasi HIV AIDS tahun 2030 telah disepakati di tingkat global, melalui pencapaian 95–95–95 (target triple 95), di mana 95 persen orang yang hidup dengan HIV mengetahui status HIV mereka, 95 persen ODHIV mendapatkan pengobatan ARV dan 95 persen ODHIV mendapatkanpengobatan ARV mengalami supresi virus.

Jasa SMK3 dan ISO

Hingga Desember 2023, terdapat 391.598 ODHIV mengetahui status HIV mereka, dan 140.622 ODHIV mendapatkan pengobatan ARV. Berdasarkan pedoman World Health Organization (WHO), standar emas untuk pemantauan pengobatan ARV adalah pemeriksaan viral load (VL) HIV. Jumlah ODHIV dalam pengobatan yang diperiksa VL HIV sampai dengan bulan 31 Desember 2023 sebanyak 106.591 ODHIV.

Pemeriksaan VL HIV sendiri dilakukan untuk memantau tingkat virus HIV dalam tubuh ODHIV. Hal ini penting untuk mengetahui apakah pengobatan ARV yang diberikan efektif dalam menekan virus.

“Jika virus HIV tidak tertekan dengan baik, ODHIV berisiko mengalami komplikasi dan bahkan kematian,” jelas dr. Jaya.

Lebih lanjut, dr. Jaya menuturkan bahwa Dinkes Kaltim telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan cakupan pemeriksaan VL HIV, di antaranya meningkatkan koordinasi dan komunikasi lintas sektor dalam upaya pencapaian pemeriksaan hingga pencatatan dan pelaporan.

Baca Juga  PKB Bontang Beri Dukungan Penuh untuk Sutomo Jabir

Kemudian, melibatkan berbagai pihak terkait, seperti Dinas Kesehatan Kabupaten dan Kota, seluruh layanan tes HIV, layanan PDP, laboratorium pemeriksa VL HIV, komunitas, dan ODHIV.

Serta, mempermudah akses pemeriksaan VL HIV dengan menyediakan mesin berkapasitas besar dan mesin tes cepat molekuler (TCM) di 38 provinsi di Indonesia. Dan menyediakan reagen, katrid, bahan habis pakai, dan pembiayaan untuk pengiriman spesimen dan biaya pemeriksaan VL HIV.

Upaya-upaya ini diharapkan dapat membantu ODHIV mendapatkan pengobatan yang tepat dan efektif, sehingga dapat hidup lebih sehat dan produktif.

Jaya juga mengimbau masyarakat, terutama kelompok-kelompok berisiko, untuk aktif melakukan tes HIV. Tes HIV dapat dilakukan secara gratis di puskesmas dan rumah sakit yang menyediakan layanan tes HIV.

“Semakin dini HIV diketahui, semakin cepat pengobatan dapat diberikan, sehingga ODHIV dapat hidup lebih lama dan sehat,” kata Jaya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Print Friendly, PDF & Email

cek juga!

Peringati Hari AIDS Sedunia 2023, Pupuk Kaltim Gencarkan Edukasi HIV/AIDS di Masyarakat

Peringati Hari AIDS Sedunia 2023, Pupuk Kaltim Gencarkan Edukasi HIV/AIDS di Masyarakat

Kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam penanganan HIV/AIDS di Kota Bontang dinilai masih sangat minim. Untuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You cannot copy content of this page