Ratusan Driver Gojek Samarinda Demo, Tuntut Keadilan dan Perubahan Sistem Kerja

Devi Nila Sari
163 Views

Ratusan driver gojek Samarinda gelar aksi demonstrasi di depan Kantor Gojek Samarida. Tuntut keadilan dan perubahan sistem kerja.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Ratusan driver gojek yang tergabung dalam Bubuhan Driver Gojek Samarinda (BUDGOS) gelar aksi demontrasi di depan Kantor Gojek Samarinda di Jalan Mulawarman, Senin (24/7/2023).

Aksi demonstrasi itu dilaksanakan bukan tanpa sebab. Mereka menuntut sejumlah perbaikan sistem dan kesejahteraan kepada pihak Gojek. Sebab, merasa dirugikan oleh sistem kerja yang berjalan selama ini.

Beragam protes itupun disampaikan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung dari pukul 09.00 WITA hingga 12.00 WITA. Dengan harapan, adanya keadilan sistem kerja demi menunjang kesejahteraan para driver gojek di Kota Tepian, bahkan seluruh Indonesia.

Fitri, driver Gojek veteran sejak tahun 2018, mengungkapkan keluhan dan aspirasi dari rekan-rekan driver dalam demonstrasi. Salah satu keluhan yang diutarakan adalah terkait jarak penjemputan order yang terlalu jauh. Karena, menimbulkan kerugian biaya bahan bakar dan risiko kecelakaan kerja.

“Tolong perkecil radius penjemputan orderan kami,” paparnya.

Driver Gojek Samarinda Tuntut Pendapatan yang Layak

Kemudian, mereka juga minta evaluasi program double order Gofood dengan fitur mode hemat. Karena, program ini dinilai tidak adil bagi para driver. Tarif ongkir yang diterima driver sangat rendah hanya Rp2 ribu.

Sedangkan beban kerja tidak sesuai dengan pendapatan, rute pengantaran tidak searah, dan adanya dugaan pelanggan membayar ongkir tarif regular namun driver mendapat ongkir tarif mode hemat. Permintaan ini diajukan untuk meningkatkan efisiensi layanan bagi pelanggan dan mengurangi keluhan terkait waktu pengantaran yang lebih lama.

“Jika untung sekitar enam ribu, kami masih menerima pesanan tersebut. Namun, ketika hanya untung dua ribu, itu hanya bisa bayar parkir saja. Kami menuntut agar pihak Gojek memastikan driver mendapatkan penghasilan yang adil sesuai dengan upaya kerja mereka,” tegasnya.

Selain itu, para driver Gojek menuntut alokasi pembagian order yang lebih merata di antara seluruh driver. Ketidakseimbangan dalam pembagian order menyebabkan beberapa driver mendapatkan lebih banyak pesanan sementara yang lain mengalami kekurangan pesanan.

“Kami ingin diperlakukan secara adil dan setara dalam mendapatkan pesanan. Ini akan memberikan kesempatan yang sama bagi semua driver untuk menghasilkan pendapatan yang layak,” ucapnya.

Pendapatan yang layak juga menjadi perhatian dalam tuntutan mereka. Para driver mendesak untuk mengembalikan tarif ongkir tambahan yang sebelumnya diberlakukan. Penghapusan tarif ongkir tambahan telah menyebabkan pendapatan driver menurun.

Sehingga, mereka menghadapi kesulitan dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Tuntutan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan driver yang telah memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada pelanggan.

Respon Koordinator Gojek Indonesia Timur

Menanggapi tuntutan tersebut, Gusti sebagai regional coordinator East Indonesia dari PT Gojek mengatakan, bahwa semua tuntutan akan dibahas dalam rapat dengan pimpinan perusahaan. Selesai rapat, ia akan mengundang teman-teman driver untuk ikut kopdar. Agar keputusan yang diambil dapat diterima dengan baik oleh seluruh pihak.

Dirinya pun menjelaskan, bahwa sebagai perusahaan nasional, implementasi regulasi yang ada di gojek bersifat menyeluruh di seluruh Indonesia. Sehingga tidak dapat diterapkan berbeda-beda di setiap daerah.

“Kalau regulasi yang ada di gojek itu harus memusat dan merata, tidak bisa di wilayah regional saja,” pungkasnya. (*)

Penulis: Bintang Sabaruddin Syukur
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana