TPA Makin Sempit, Sehari Produksi Sampah Bontang 104 Ton

Rachman Wahid
265 Views

Akurasi.id, Bontang – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bontang mencatat, produksi sampah Bontang tahun 2022, mencapai 104 ton per hari. Sampah-sampah tersebut dihasilkan dari rumah tangga, pasar, sungai, hingga sampah pabrik.

Kepala Bidang Kebersihan DLH Bontang, Hasman mengatakan, semua produksi itu merupakan akumulasi yang berhasil diangkut dari tiga kecamatan yang ada di Kota Taman.

Setiap harinya, petugas mengangkut sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) milik pemerintah yang berlokasi di Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

“Timbunan sampah rumah tangga dan sampah sejenisnya di Kota Bontang tahun 2022 sampai semester 2 sebanyak 104 ton perhari,” katanya, Jumat (3/3/2023).

Dari data yang ada, penyumbang sampah terbesar berasal dari Bontang Utara dengan total 48,114 ton per hari. Kemudian disusul Bontang Selatan dengan jumlah produksi sampah sebanyak 39,181 ton per hari.

Terakhir penyumbang paling terkecil yakni Bontang Barat, dengan jumlah produksi sampah hanya 16,940 ton per hari.

Hasman menyebutkan, pemerintah saat ini berupaya menekan jumlah produksi sampah. Mengingat daya tampung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) kini mulai berkurang. Pasalnya lahan di TPA seluas 15 hektare itu telah terpakai 7 hektare.

Salah satu upaya yang akan dilakukan pemerintah yakni, dengan menyediakan lahan landfil atau sistem pemusnahan sampah. “Saat ini kita memang mengupaya untuk mengurangi sampah di TPA. Luas lahan kita 15 hektare itu telah terpakai 7 hektare temasuk untuk gedung penunjang, dan Landfill,”ungkapnya.

Bukan hanya itu, pengelolalaan sampah yang bisa di daur ulang juga dilakukan untuk mengurangi jumlah produksi sampah. DLH juga memanfaatkan sampah yang membusuk untuk dijadikan bahan bakar alternatif menjadi gas metan.

Kemudian untuk mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA. DLH melakukan penyortiran lebih dulu di TPST sebelum diangkut ke TPA.

“Jadi dipilah dulu di TPST, mana yang bisa diolah lagi. Yang tidak bisa diolah baru akan dibuang ke TPA. Itu upaya mengurangi produksi sampah kita,” jelasnya. (*)

Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana