Mengenal ‘Decision Fatigue’: Alasan Sangat Lelah di Sore Hari, Padahal Tidak Kerja Fisik

Kondisi ini dapat membuat individu menjadi pasif, menghindari keputusan, atau justru membuat keputusan yang cepat, impulsif, dan irasional.
Devi Nila Sari
1.8k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Pernahkan anda merasa sangat lelah saat sore hari, padahal seharian hanya duduk di depan laptop atau meja kerja? Jangankan memikirkan strategi bisnis, untuk menjawab pertanyaan sesederhana “Nanti malam mau makan apa?” saja rasanya otak sudah tidak sanggup merespons.

​Kondisi ini bukan karena anda malas, namun kemungkinan karena anda sedang mengalami Decision Fatigue (kelelahan mengambil keputusan).

Apa Itu Decision Fatigue?

Menurut Novitasari R. Damanik dalam tulisan “Decision Fatigue di Era Digital”, decision fatigue merupakan kelelahan psikologis dalam membuat keputusan yang ditandai dengan terganggunya kemampuan individu untuk mengambil keputusan setelah melalui banyak rangkaian keputusan sebelumnya. Kondisi ini dapat membuat individu menjadi pasif, menghindari keputusan, atau justru membuat keputusan yang cepat, impulsif, dan irasional.

​Secara ilmiah, kemampuan otak dalam membuat keputusan yang bijak memiliki kuota harian. Setiap kali anda membuat pilihan, mulai dari memilih baju, membalas email, menentukan skala prioritas tugas, hingga memilih rute jalan, kuota energi mental akan berkurang.

​Saat energi mental habis, otak akan mulai mengambil “jalan pintas” dengan dua cara:

​Menjadi impulsif: Mengambil keputusan tanpa pikir panjang (misalnya: mendadak belanja online hal yang tidak penting).

​Menghindar (Default): Menolak mengambil keputusan sama sekali dan menundanya.

Mengapa Kerja Kantoran Lebih Menguras Energi daripada Kerja Fisik?

​Orang yang melakukan kerja fisik (seperti berolahraga atau bertukang) merasakan lelah di otot karena penumpukan asam laktat. Namun, tidur beberapa jam biasanya cukup untuk memulihkan tubuh.

​Sebaliknya, pekerja kantoran atau kreator konten melakukan aktivitas kognitif intensif. Menurut penelitian, rata-rata orang dewasa membuat sekitar 35.000 keputusan setiap harinya.

Otak yang dipaksa menyaring informasi, menganalisis risiko, dan memilih sikap secara terus-menerus akan mengalami kelelahan saraf (neurologis) yang efek senyawanya sering kali terasa lebih berat dan membuat stres dibanding lelah fisik.

Tanda-tanda Seseorang Mengalami Decision Fatigue

Beberapa ciri umum meliputi perasaan lelah, mudah bingung, sering ragu, sulit fokus, atau justru mengambil keputusan secara impulsif tanpa pertimbangan matang. Seseorang juga bisa merasa frustrasi dan mudah marah ketika dihadapkan pada pilihan baru.

Dampak Decision Fatigue dalam Kehidupan Sehari-hari

Melansir Kumparan, jika dibiarkan decision fatigue dapat mempengaruhi berbagai aspek, seperti menurunnya produktivitas kualitas kerja menurun, hingga pengambilan keputusan buruk yang dapat berakibat jangka panjang baik di lingkungan profesional maupun pribadi.

3 Trik Ampuh Menghemat “Baterai Otak”

​Untuk mencegah burnout di sore hari, anda harus cerdas dalam menghemat kuota keputusan. Berikut cara para profesional menyiasatinya:

​1. Buat Rutinitas yang Kaku untuk Hal-Hal Sepele

​Kurangi pilihan tidak penting. Tokoh dunia seperti Steve Jobs atau Mark Zuckerberg terkenal selalu memakai baju yang sama setiap hari. Tujuannya? Agar mereka tidak membuang energi otak di jam 7 pagi hanya untuk memilih pakaian.

​Tips: siapkan baju kerja dan tentukan menu sarapan/makan siang anda sejak malam sebelumnya.

​2. Ambil Keputusan Krusial di Pagi Hari

​Jangan pernah menjadwalkan rapat penting, negosiasi, atau evaluasi besar di jam 4 sore. Kerjakan tugas-tugas yang membutuhkan analisis mendalam dan kreativitas tinggi di 3 jam pertama setelah anda bangun tidur, saat baterai otak masih 100%.

​3. Batasi Pilihan (Limit Your Options)

​Terlalu banyak opsi justru menyiksa otak (disebut Paradox of Choice). Jika ingin membeli sesuatu atau menentukan vendor kerjaan, batasi maksimal hanya 3 pilihan terbaik sejak awal, lalu eliminasi.

​Kelelahan mental adalah sinyal valid bahwa otak telah bekerja keras seharian. Jadi, jika sore ini anda merasa buntu dan enggan berpikir, istirahatlah. Berikan waktu bagi otak untuk recharge tanpa distraksi gawai atau informasi baru. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana