Ketika Antrean BBM Kerap Mengular, Kendaraan Motor Listrik Mungkin Bisa Jadi Alternatif

Kehadiran kendaraan motor listrik mungkin bisa menjadi opsi bagi sebagian kamu yang sudah malas dengan urusan antrean BBM. Apalagi sedang sibuk dan malas. Indombil eMotor kini hadir menawarkan solusi itu.
kaltim_akurasi
1.6K Views

Kaltim.akurasi.id, Balikpapan – Antrean panjang di SPBU dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dilihat sebagai peluang bagi kendaraan listrik untuk masuk lebih jauh ke pasar Balikpapan. Kondisi tersebut dinilai membuat masyarakat mencari alternatif transportasi yang tidak hanya praktis, tetapi juga mampu menekan pengeluaran harian.

Indomobil eMotor melihat persoalan biaya dan ketersediaan BBM menjadi salah satu faktor yang dapat mempercepat peralihan masyarakat dari sepeda motor konvensional ke kendaraan listrik.

Perwakilan Indomobil Yadea mengatakan, persoalan yang dihadapi masyarakat Balikpapan tidak hanya antrean BBM yang panjang, tetapi juga meningkatnya biaya ketika masyarakat memilih bahan bakar dengan harga lebih tinggi agar tidak terlalu lama mengantre.

“Antrean BBM sangat panjang. Kemudian biaya BBM, kita tahu sekarang Pertamax harganya jauh lebih mahal. Kalau waktu itu Rp12 ribu, sekarang Rp15.950. Jadi naik sekitar 60 persen. Kalau mau lebih cepat dan tidak mau antre Pertalite, harus membeli yang 60 persen lebih mahal,” kata Pius.

Menurut dia, kondisi tersebut pada akhirnya ikut menekan pengeluaran masyarakat. Di sisi lain, antrean yang semakin panjang juga menjadi persoalan yang harus dihadapi pemerintah.

Atas kondisi tersebut, Indomobil mulai mengembangkan kendaraan listrik secara lebih aktif sejak 2025. Namun, kajian mengenai kendaraan listrik disebut telah dilakukan perusahaan sejak 2019 melalui riset dan studi ke sejumlah negara.

“Kita sudah tahu dan percaya bahwa suatu ketika di Indonesia masalah bahan bakar bensin ini akan menjadi problem besar. Dan kita percaya tesis bahwa motor listrik akan menjadi solusi jangka panjang,” ujar Pius.

Ia menilai motor listrik dapat menjadi salah satu alternatif karena biaya penggunaannya lebih rendah dibandingkan sepeda motor berbahan bakar bensin. Perusahaan bahkan mengklaim penghematan penggunaan motor listrik dapat mencapai hingga 90 persen.

Selain efisiensi biaya, kendaraan listrik dinilai menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda karena tidak menghasilkan emisi langsung dan memiliki respons tarikan yang lebih cepat.

“Selain lebih efisien, motor listrik juga jauh lebih hemat. Penghematannya bisa sampai 90 persen dibandingkan motor bensin. Di kota-kota juga lebih nyaman karena motor listrik tidak ada emisi dan tarikannya sangat nyaman serta lebih responsif,” jelasnya.

Minat Pengguna Motor Listrik Naik hingga Empat Kali Lipat

Optimisme terhadap pasar kendaraan listrik juga mulai terlihat dari penjualan Indomobil secara nasional. CEO PT Indomobil Emotor Internasional, Pius Wirawan, sebelumnya menyebut penjualan motor listrik perusahaan meningkat hingga empat kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Balikpapan kemudian menjadi salah satu pasar yang dinilai memiliki prospek karena tingginya penggunaan kendaraan roda dua dan kebutuhan mobilitas masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.

Indomobil memperkirakan penjualan awal motor listrik di Balikpapan dapat berada di kisaran 50 hingga 100 unit per bulan. Perusahaan bahkan melihat peluang mencapai sekitar 300 unit per bulan jika mampu mengambil sekitar satu persen dari pasar sepeda motor di kota tersebut.

Antusiasme awal juga disebut telah terlihat. Sekitar 20 unit yang disiapkan untuk tahap pertama diklaim telah habis terjual sehingga pasokan berikutnya tengah disiapkan.

“Sekitar 20 unit sementara sudah laku. Jadi sekarang kami proses untuk order kedua,” bebernya.

Dari sisi produk, Indomobil menilai kebutuhan konsumen Balikpapan cukup beragam. QT dan QT Pro diproyeksikan menyasar pelajar dan anak muda, sedangkan Adora, Sprinto dan Tyranno dapat menjadi pilihan bagi pekerja kantoran maupun instansi.

Berdasarkan Harga On The Road (OTR) Balikpapan, Indomobil eMotor Membanderol:

  1. QT Rp16,95 juta,
  2. QT Pro Rp20,75 juta,
  3. Adora Rp27,1 juta,
  4. Sprinto Rp27,7 juta, Tyranno Rp28,7 juta
  5. Tyranno X Rp34,75 juta.

“Harga tersebut sudah termasuk baterai dan biaya STNK berdasarkan keterangan pihak perusahaan,” papar Pius.

Untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik, jaringan Indomobil eMotor di Balikpapan juga menyediakan layanan penjualan, servis dan suku cadang. Dealer di Sepinggan ke depan dilengkapi fasilitas fast chargeryang ditujukan untuk mendukung kebutuhan pengguna kendaraan listrik.

Saat ini Indomobil mengklaim telah memiliki 155 jaringan di Indonesia dan akan terus menambah jaringan. Ekspansi tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat sekaligus membangun ekosistem kendaraan listrik.

“Indomobil Yadea dikembangkan, dipasarkan melalui jaringan Indomobil. Kita percaya bahwa kendaraan listrik adalah solusi untuk mobilitas di Indonesia ke depannya,” pungkasnya. (MZ)

Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana