Kaltim.akurasi.id, Balikpapan – PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) berhasil meningkatkan produksi minyak dari Sumur Sepinggan V-7 hingga mencapai 710 barel minyak per hari (barrels of oil per day/BOPD) setelah melakukan optimalisasi terhadap sumur migas existing tersebut.
Capaian produksi itu tercatat lebih dari dua kali lipat dibandingkan target sebelumnya. Selain minyak, Sumur Sepinggan V-7 juga menghasilkan gas sekitar 0,8 juta standar kaki kubik per hari (million standard cubic feet per day/MMSCFD), melampaui target awal sebesar 0,5 MMSCFD.
General Manager Zona 10 PHKT Darmapala mengatakan, peningkatan produksi tersebut dilakukan dengan membuka kembali akses menuju zona potensial yang sebelumnya belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Upaya optimalisasi sumur-sumur migas existing menjadi strategi PHKT untuk mempertahankan dan meningkatkan produksi migas melalui optimalisasi aset yang sudah beroperasi puluhan tahun dan sudah mature,” kata Darmapala, Jumat (4/9/2026).
Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7 diawali dengan kegiatan fishing untuk mengatasi hambatan di dalam sumur. Setelah akses menuju zona potensial pada kedalaman sekitar 13.000 kaki berhasil dibuka, PHKT melanjutkan pekerjaan melalui workover dan perforasi pindah lapisan pada zona yang dinilai memiliki potensi produksi.
Hasil pengujian pada 1 September 2026 menunjukkan respons positif. Produksi Sumur Sepinggan V-7 kemudian tercatat mencapai 710 BOPD untuk minyak dan sekitar 0,8 MMSCFD untuk gas.
Darmapala menyebut capaian tersebut menunjukkan bahwa aset migas yang telah beroperasi dalam waktu lama masih memiliki peluang untuk dikembangkan melalui strategi dan teknologi yang tepat.
“Dengan strategi yang tepat, potensi produksi dari sumur V-7 berhasil dibangkitkan kembali dan dikembangkan untuk memberikan kontribusi bagi keberlanjutan produksi migas PHKT,” ujarnya.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri turut mengapresiasi peningkatan produksi tersebut. Menurutnya, capaian Sumur Sepinggan V-7 menunjukkan masih terdapat peluang untuk menambah produksi melalui optimalisasi aset migas yang telah ada.
“Kami mengapresiasi upaya PHKT dalam mengoptimalkan kembali sumur Sepinggan V-7 hingga mampu menghasilkan produksi yang lebih tinggi dari target,” kata Haryanto.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat mendorong pencarian dan pengembangan potensi produksi lainnya dari aset migas existing, khususnya di wilayah Kalimantan.
“Ke depan, kami akan terus mendorong upaya-upaya seperti ini. Harapannya, semakin banyak potensi yang bisa dioptimalkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi keberlanjutan produksi migas guna memenuhi kebutuhan energi nasional,” jelasnya. (*)
Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id