Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Provinsi Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Sinkronisasi Pengawasan Pupuk Bersubsidi dan Pestisida di Hotel Grand Mutiara, Kota Bontang, Rabu (5/11/2025).
Rakor ini dipimpin oleh Koordinator Pengawasan Tim 2, Gunadi, dan dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DKUMP) serta Polres Bontang. Agenda ini secara khusus membahas rencana pengawasan lapangan yang dijadwalkan berlangsung pada keesokan harinya.
Gunadi menjelaskan, kegiatan tersebut bertujuan memastikan alokasi kuota pupuk bersubsidi jenis Urea dan NPK dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp1.800/kg terserap optimal di seluruh kecamatan dan sektor yang berhak menerima.
Ia menambahkan, kebijakan alokasi pupuk bersubsidi kini lebih spesifik berdasarkan komoditas. Bahkan, sektor perikanan kini turut menerima alokasi pupuk untuk perbaikan tanah tambak. Namun, komoditas sawit sudah tidak lagi mendapat subsidi pupuk.
“Nanti kita akan pantau langsung di lapangan bersama Dinas Pertanian dan Perikanan terkait harga pupuk yang beredar di Bontang,” ujar Gunadi.
Baca Juga
Selain itu, ia menyoroti sejumlah kendala yang ditemukan di daerah lain, terutama terkait aspek teknologi dalam sistem penyaluran. Melalui kegiatan ini, tim pengawasan akan memastikan penyaluran pupuk benar-benar sesuai data dan aturan yang berlaku.
“Kami akan cross-check langsung kepada penerima manfaat untuk mengetahui kesulitan apa saja yang dihadapi petani dalam proses penyerapan,” tambahnya.
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa pengawasan akan difokuskan pada dua lokasi pengecer dan kelompok tani penerima manfaat di Bontang, yakni CV Awal Borneo Raya di Jalan Flores dan CV Delima Tani Subur di Jalan KS Tubun.
Baca Juga
“Kami berharap pengawasan lapangan besok dapat berjalan sesuai rencana demi kepentingan semua pihak,” jelas Gunadi. (*)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Redaksi Akurasi.id