Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMA 1 Samarinda menjadi sorotan. Sebab, muncul dugaan seorang anak anggota DPRD Kalimantan Timur diterima melalui jalur afirmasi. Dugaan ini mencuat usai nama anak anggota dewan tersebut tercatat di Portal SPMB SMA 1 Samarinda jalur afirmasi.
Berdasarkan juknis SPMB, jalur afirmasi diperuntukkan bagi calon murid dari keluarga kurang mampu serta penyandang disabilitas. Hal tersebut pun memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian proses seleksi dengan petunjuk teknis (juknis) SPMB yang berlaku. Termasuk terkait kategori yang digunakan oleh siswa yang diduga merupakan anak anggota DPRD Kaltim tersebut, hingga dinyatakan lolos melalui jalur afirmasi.
Akurasi.id berupaya meminta penjelasan kepada Ketua SPMB SMA 1 Samarinda, Syodiqul Huda, terkait status penerimaan siswa tersebut. Namun, pihak sekolah memilih tidak memberikan keterangan.
Saat ditanya mengenai kategori afirmasi yang digunakan, apakah berasal dari keluarga kurang mampu atau penyandang disabilitas, Syodiqul menegaskan, dirinya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab.
“Kalau itu di luar kewenangan saya untuk menjawab. Saya tidak bisa memberikan komentar terkait hal tersebut,” ujarnya.
SMA 1 Samarinda Enggan Berkomentar
Akurasi.id kemudian kembali mengonfirmasi apakah data persyaratan jalur afirmasi diinput sendiri oleh orang tua siswa. Namun, Syodiqul tetap tidak memberikan penjelasan.
“Jawaban saya tetap sama,” katanya.
Pertanyaan berikutnya mengenai pihak yang melakukan proses verifikasi data, apakah dilakukan oleh dinas pendidikan atau pihak sekolah, juga tidak dijawab.
“Jawaban saya tetap sama,” ucapnya.
Bahkan ketika kembali ditanya apakah pihak sekolah tidak memiliki tanggapan atas dugaan tersebut, Syodiqul kembali menyampaikan jawaban serupa.
“Jawaban saya tetap sama,” ujarnya.
Saat diminta menjelaskan maksud dari pernyataan tersebut, ia kembali menegaskan, bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan mengenai persoalan itu.
“Seperti yang saya sampaikan tadi, saya tidak memiliki kewenangan untuk menjawab pertanyaan tersebut,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur mengenai dugaan lolosnya anak seorang anggota DPRD Kaltim melalui jalur afirmasi di SMA 1 Samarinda maupun terkait mekanisme verifikasi dokumen yang digunakan dalam proses seleksi tersebut.
Akurasi.id masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan dan memastikan fakta atas informasi yang beredar. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari