DLH Samarinda resmi menutup TPS di Jalan Teuku Umar karena kerap menimbulkan kemacetan. Warga dialihkan ke tiga lokasi TPS baru, drainase pun akan difungsikan kembali.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda memastikan Tempat Penampungan Sementara (TPS) di Jalan Teuku Umar akan ditutup. Keberadaan TPS di jalur utama tersebut dinilai mengganggu akses lalu lintas dan sering memicu kemacetan.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Samarinda, Boy Leonardo Sianipar, menyebut posisi TPS yang berada tepat di pinggir jalan raya memang tidak tepat.
“Lokasi TPS ini berada di jalur utama. Seringkali terjadi kemacetan, sehingga keberadaannya dinilai mengganggu,” ujar Boy, Senin (15/9/2025).
Sebagai pengganti, DLH telah menyiapkan tiga lokasi alternatif pembuangan sampah bagi warga sekitar, yakni TPS Pasar Kedondong, TPS di Jalan Adam Malik, dan TPS di Lok Bahu, Jalan Nusyirwan Ismail.
Baca Juga
“Kami juga sudah memasang spanduk serta menyiapkan barcode yang bisa dipindai masyarakat untuk mengetahui lokasi TPS pengganti,” tambahnya.
Penutupan TPS di Jalan Teuku Umar akan berlangsung hingga 22 September 2025. Setelah itu, DLH bersama Dinas PUPR Provinsi akan menurunkan alat berat untuk membongkar dan membersihkan area yang selama ini digunakan sebagai TPS.
Menjawab pertanyaan terkait rencana pemanfaatan lahan tersebut, Boy menegaskan tidak ada pembangunan fasilitas baru.
Baca Juga
“Lahan itu berada di atas saluran drainase, sehingga akan difungsikan kembali sesuai peruntukannya. Saluran drainase akan dibersihkan dan diperbaiki,” jelasnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id