Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2025, Tiyo Ardianto, melontarkan kritik keras terhadap Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud. Ia menyoroti sejumlah polemik yang belakangan mencuat, mulai dari isu pengadaan barang bernilai fantastis hingga sikap gubernur yang dinilai minim dialog dengan massa aksi.
Tiyo menilai persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian masyarakat Kaltim, tetapi juga mendapat sorotan publik nasional. Menurutnya, seorang kepala daerah seharusnya terbuka terhadap kritik dan aspirasi masyarakat.
“Kalau beliau terus mempertahankan sikap yang tidak mau mendengar kritik, maka dampaknya bukan hanya bagi masyarakat Kaltim, tetapi juga terhadap citra keluarganya sendiri,” ujar Tiyo saat diwawancarai awak media di Samarinda, Rabu (6/5/2026).
Dalam pernyataannya, Tiyo juga menyinggung banyaknya anggota keluarga Rudy Mas’ud yang menduduki posisi strategis di lingkup Pemerintah Provinsi dan DPRD Kaltim. Di antaranya Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud, Anggota DPRD Kaltim Syahariah Mas’ud, hingga mantan Wakil Ketua TAGUPP Kaltim Hijrah Mas’ud.
Ia menilai kondisi tersebut memunculkan persepsi adanya dinasti politik di Kaltim. Karena itu, Tiyo mengingatkan agar kekuasaan tidak dijalankan secara tertutup dan jauh dari kontrol publik.
“Jangan sampai kekuasaan justru menjadi awal runtuhnya kepercayaan masyarakat. Kritik ini bentuk peringatan agar pemerintah lebih berhati-hati,” katanya.
Menurut Tiyo, aspirasi yang disampaikannya merupakan bentuk solidaritas terhadap masyarakat Kaltim yang tengah menyuarakan kritik kepada pemerintah daerah. Ia menegaskan, dalam sistem demokrasi, pemimpin harus siap dikoreksi oleh rakyat.
“Saya kira kita semua tahu, pemerintah yang takut berdialog dengan rakyatnya sendiri justru menunjukkan kelemahan dalam demokrasi,” tegasnya.
Di sisi lain, Tiyo mengapresiasi keberanian masyarakat Kaltim, khususnya mahasiswa dan kelompok sipil, yang dinilainya aktif mengawal isu-isu publik di daerah.
“Masyarakat Kaltim telah menunjukkan bahwa kesadaran politik dan keberpihakan terhadap demokrasi tidak bisa dipandang sebelah mata,” jelasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id