Kaltim.akursi.id, Samarinda – PT Bukit Baiduri Energi (BBE) menyatakan terbuka terhadap rencana penyediaan lahan pemakaman bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Namun, pihak perusahaan menegaskan bahwa proses tersebut masih menunggu permohonan resmi dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
CSR PT BBE, Zaid, mengatakan pembahasan terkait kebutuhan lahan pemakaman sejauh ini sudah beberapa kali didiskusikan bersama berbagai pihak, mulai dari kelurahan, kecamatan, DPRD, hingga pemerintah kota.
“Pada prinsipnya manajemen terbuka untuk diskusi-diskusi seperti itu. Kalau memang ada permintaan lahan pemakaman, kami meminta ada surat resmi dari pemerintah kota terkait permohonan tersebut,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perusahaan sebenarnya telah mengikuti sejumlah pembahasan dan peninjauan lapangan terkait kebutuhan masyarakat tersebut. Meski demikian, pihak manajemen tetap membutuhkan dasar administrasi resmi sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
Menurutnya, luasan lahan yang nantinya memungkinkan untuk digunakan masih harus dipastikan kembali oleh manajemen perusahaan. Namun secara prinsip, PT BBE mendukung apabila hal tersebut memang menjadi kebutuhan masyarakat.
“Yang penting ada surat resmi dulu dari pemerintah kota, nanti akan dibalas secara resmi juga oleh manajemen,” ujarnya.
Zaid menegaskan, dukungan perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat bukan semata-mata bagian dari program corporate social responsibility (CSR), tetapi juga bagian dari upaya menjaga hubungan baik antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah daerah.
“Ini bukan hanya soal CSR, tapi bagaimana perusahaan membangun komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat sekitar dan seluruh stakeholder,” jelasnya.
Ia berharap, persoalan kebutuhan lahan pemakaman dapat diselesaikan melalui komunikasi bersama tanpa lagi memperdebatkan persoalan lama.
“Yang penting sekarang bagaimana semua pihak bersama-sama mencari solusi ke depan. Perusahaan, masyarakat, pemerintah kota, dan DPRD harus duduk bersama mencari jalan keluar yang baik,” tutupnya. (*)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari