
Terkait masalah banjir, Basri ingatkan pentingnya kolaborasi. Basri sebut tidak akan mundur, karena penanganan banjir tetap jadi prioritas pemerintah.
Akurasi.id, Bontang – Persoalan banjir masih menjadi momok yang menghantui warga Kota Bontang. Sudah dua tahun terakhir banjir terus terjadi. Persoalan tersebut memang meresahkan. Apalagi untuk warga yang bermukim di pelantaran sungai.
Menanggapi hal itu, Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan, persoalan banjir memang tidak mudah untuk diselesaikan. Ada banyak tantangan berat yang harus dihadapi. Terlebih kesepahaman rencana penanganan banjir yang belum menemui titik temu, antara eksekutif dan legislatif.
Basri Ingatkan Pentingnya Kolaborasi
Menurut Basri, persoalan itu bisa diselesaikan jika seluruh unsur yang berkepentingan punya pemahaman yang sama. Selain itu, anggaran yang tersedia juga terbatas, belum lagi masyarakat yang bermukim di bibir sungai juga menolak untuk direlokasi.
Baca Juga
Kendati demikian, dirinya tetap optimis dapat menyelesaikan persoalan tersebut. Dia mengaku tidak akan mundur, sebab hal tersebut sudah menjadi prioritas utama di masa pemerintahannya bersama Wawali Najirah.
“Saya tidak akan mundur, penanganan banjir tetap jadi prioritas pemerintah,” tegas Basri kepada wartawan, Rabu (10/11/2021).
[irp]
Basri bilang, akan kembali memperjuangkan rancangan Master Plant atau kajian induk banjir di tahun anggaran 2022. Selain itu, dia juga berharap agar semua kalangan yang berkepentingan menurunkan egonya, demi kepentingan masyarakat. Pasalnya, masyarakatlah yang menjadi korban.
Dia bilang, banjir yang melanda Kota Bontang berada dengan kota lain. Yang sampai berhari-hari. Dikarenakan banjir yang terjadi di Kota Taman disebabkan pertemuan air laut dan air kiriman dari hulu yang memperparah keadaan.
“Tidak seperti di daerah lain yang berhari-hari setelah air laut surut, banjir juga surut,” katanya. (*)
Penulis: Fajri Sunaryo
Editor: Rachman
