Asap Rokok Bisa Sebabkan Asma Hingga Stunting pada Anak, Berikut Pencegahannya

Suci Surya
174 Views

Paparan asap rokok selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah yang menjadi salah satu faktor pemicu stunting.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Rokok dapat menyebabkan asma hingga stunting pada anak, bahkan berisiko menimbulkan kematian jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bahaya ini mengintai bukan hanya pada perokok aktif, tetapi juga perokok pasif, terutama anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh lebih lemah.

Dokter Spesialis Paru-paru RSUD Taman Husada Bontang, dr Dian Ariani Tarigan menjelaskan rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia berbahaya. Termasuk zat-zat beracun seperti nikotin, tar, karbon monoksida, dan formaldehida.

Paparan terhadap zat-zat tersebut, kata dia, secara langsung maupun tidak langsung memberikan dampak serius terhadap kesehatan. Terutama pada kelompok usia rentan seperti anak-anak.

“Salah satu dampak yang paling memprihatinkan adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang bisa dimulai sejak dalam kandungan,” ujarnya.

Kata dr Dian, paparan asap rokok selama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR), yang menjadi salah satu faktor pemicu stunting.

Selain itu, anak-anak yang terus-menerus terpapar asap rokok juga berisiko mengalami gangguan penyerapan gizi. Asap rokok dapat melemahkan sistem imun dan mengganggu metabolisme tubuh anak, sehingga nutrisi yang dikonsumsi tidak dapat diserap dengan baik.

Misalnya, saat anak terus-menerus menghirup asap rokok atau menjadi perokok pasif, hal itu dapat menyebabkan anak terkena penyakit seperti batuk, pilek, influenza, bahkan pneumonia.

“Kondisi tersebut otomatis menurunkan metabolisme anak, membuat mereka susah makan, hingga akhirnya menjadi kurus karena kekurangan gizi, dan berujung pada stunting,” ujar dr Dian, saat dijumpai di RSUD Taman Husada Bontang, belum lama ini.

Ia juga menegaskan bahwa mandi setelah merokok untuk menghilangkan zat beracun dari tubuh bukanlah solusi yang efektif.

“Kita tidak tahu di mana saja zat-zat tersebut menempel. Dan apakah mungkin setiap kali selesai merokok seseorang akan mandi? Dalam sehari saja, orang bisa merokok lebih dari 10 kali. Tidak mungkin setiap kali selesai merokok langsung mandi. Jadi, cara terbaik jika memiliki anak kecil maka sebisa mungkin berhenti merokok,” tambahnya.

Jika tidak segera ditangani, komplikasi akibat asma berat, infeksi saluran pernapasan, dan kondisi stunting dapat menyebabkan kematian. Anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh lebih lemah dibanding orang dewasa akan lebih cepat mengalami dampak fatal dari paparan asap rokok.

“Rokok bukan hanya membahayakan perokoknya, tetapi juga orang-orang di sekitarnya, terutama anak-anak. Oleh karena itu, sangat penting untuk menciptakan lingkungan yang bebas asap rokok guna memastikan tumbuh kembang anak berjalan dengan sehat dan optimal,” tutupnya. (adv/rsudtamanhusadabontang/div/uci)

Penulis: Diva Ramadhani P
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana