Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Rencana pengembangan perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Tabang, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), mulai memasuki tahap persiapan. Sejumlah investor telah melakukan sosialisasi di beberapa desa serta memulai proses pembebasan dan identifikasi kepemilikan lahan.
Camat Tabang, Azmi Riyandi Elvander, mengatakan sektor perkebunan menjadi salah satu potensi ekonomi yang mulai berkembang di wilayahnya. Potensi tersebut turut menarik minat sejumlah investor untuk menjajaki pengembangan usaha perkebunan kelapa sawit.
“Saat ini yang masih berkembang di wilayah Kecamatan Tabang itu adalah perkebunan. Ada beberapa investasi yang masuk di Kecamatan Tabang,” katanya.
Menurut Azmi, sebelum memasuki tahap penggarapan, investor terlebih dahulu melakukan sosialisasi kepada masyarakat di sejumlah wilayah. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan pengembangan perkebunan sawit yang direncanakan di Kecamatan Tabang.
“Ini mulai dari proses sosialisasi untuk beberapa wilayah di Kecamatan Tabang, terkait dengan penggarapan perkebunan sawit,” jelasnya.
Meski demikian, rencana investasi tersebut belum memasuki tahap operasional. Masih ada sejumlah tahapan yang harus diselesaikan, terutama berkaitan dengan pembebasan lahan dan identifikasi kepemilikan tanah oleh pihak investor.
“Ini baru dalam proses atau on progress. Ada pembebasan lahan, kemudian identifikasi kepemilikan lahan. Itu tahapan yang dilakukan oleh pihak investor,” ungkapnya.
Azmi menyebutkan, proses tersebut mulai berjalan di beberapa desa. Pemerintah kecamatan berharap seluruh tahapan dapat berlangsung kondusif dengan mengedepankan komunikasi dan koordinasi antara investor, pemerintah desa, serta masyarakat.
Selain persoalan lahan, ia menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam pengembangan perkebunan sawit. Salah satu bentuk kemitraan yang menjadi perhatian adalah penyediaan kebun plasma sebesar 20 persen bagi masyarakat.
Menurutnya, skema tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi warga, sehingga kehadiran investasi tidak hanya menguntungkan perusahaan, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat sekitar.
“Yang jelas kalau ke perkebunan sawit, 20 persen untuk plasmanya itu diarahkan kepada masyarakat itu sendiri. Mudah-mudahan kita dorong bersama-sama sehingga ini berjalan dengan baik,” tuturnya. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin