Dispora Kaltim Sebut Efisiensi Anggaran sebagai Tantangan, Bukan Halangan

Devi Nila Sari
789 Views

Dispora Kaltim menjadikan kebijakan efisiensi anggaran sebagai tantangan yang memacu kreativitas dan efektivitas kerja.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaKebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berdampak langsung pada pelaksanaan program kerja di berbagai instansi, termasuk di daerah. Salah satunya dirasakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur, yang harus menyesuaikan langkah dan strategi dalam menjalankan tugasnya di tengah pemangkasan anggaran.

Namun, alih-alih menjadi penghalang, efisiensi ini justru dianggap sebagai tantangan yang memacu kreativitas dan efektivitas kerja.

Menurut, Analis Kebijakan Ahli Muda Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, kebijakan tersebut sebenarnya bukan penghalang, melainkan tantangan bagaimana memaksimalkan anggaran yang ada.

- Advertisement -
Ad image

“Mungkin semua bidang di dispora ini kena efisiensi. Tapi begini, menghadapi efisiensi itu bukan berarti kita jadi lemah, justru kita jadikan sebagai tantangan,” tuturnya.

Rusmulyadi menyebut, pemangkasan anggaran tentu berdampak pada beberapa program kerja yang harus disesuaikan atau bahkan dibatalkan. Kendati begitu,  semangat kerja tak boleh surut hanya karena keterbatasan anggaran.

“Ada, tentu ada program yang dipangkas. Tapi satu hal yang penting, ketika ada program yang dipangkas, bukan berarti kita lantas pasrah dan bekerja seadanya. Justru sebaliknya kita harus menyiasati, menciptakan program lain yang bisa menutupi kekurangan dari program yang dipangkas itu,” tegasnya.

Dispora Kaltim, lanjutnya, tetap berupaya menjangkau pelayanan secara merata di seluruh wilayah Kaltim, meski dengan anggaran terbatas. Salah satu bukti keberhasilan mereka adalah tetap mampu menyasar daerah terdepan, terluar dan tertinggal (3T) seperti Mahakam Ulu (Mahulu), yang biasanya sering tersisih dalam perencanaan karena keterbatasan akses dan anggaran.

“Buktinya kami bisa menjangkau Mahulu. Artinya, bisa. Dengan efisiensi yang ada, kita tentukan dulu mana daerah prioritas yang bisa kita dahulukan,” katanya.

Pola rotasi menjadi salah satu solusi yang diterapkan. Tahun ini Mahulu menjadi prioritas, tahun depan giliran daerah lain yang disasar, tergantung dari skala kebutuhan dan efektivitas penggunaan anggaran.

“Kita lihat kebutuhan daerah, lalu sesuaikan programnya. Prinsipnya, pemerataan tetap jadi perhatian, meskipun dalam situasi efisiensi,” pungkasnya. (Adv/disporakaltim/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana