Aspirasi Menguat, DPRD Bontang Minta Badak LNG Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Di tengah keluhan warga soal sempitnya akses kerja, DPRD Bontang mendorong Badak LNG memperluas pelatihan dan magang, sekaligus membuka ruang lebih besar bagi tenaga kerja lokal di industri migas.
Fajri
By
1.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang — Komisi A DPRD Kota Bontang melakukan kunjungan ke PT Badak LNG pada Senin (4/5/2026) sebagai bagian dari agenda reses untuk menyerap dan menindaklanjuti aspirasi masyarakat.

Salah satu isu utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah dorongan agar perusahaan memperluas peluang kerja bagi tenaga lokal, terutama melalui penguatan program pelatihan dan pemagangan.

Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia lokal, khususnya lulusan SMK dan D3, agar mampu bersaing di sektor industri migas.

“Kalau masyarakat kita belum memiliki kompetensi, maka harus dibantu melalui pelatihan. Jangan sampai peluang kerja ada, tapi tenaga lokal tidak siap,” ujarnya.

Menurutnya, kesenjangan antara keterampilan pencari kerja dan kebutuhan industri masih menjadi tantangan utama yang perlu segera diatasi.

Selain itu, DPRD juga mendorong perluasan akses program magang bagi pelajar dan lulusan baru. Program ini dinilai strategis untuk memberikan pengalaman kerja sekaligus membuka peluang rekrutmen secara permanen.

Dalam forum tersebut, dewan turut menerima sejumlah keluhan masyarakat terkait terbatasnya akses kerja bagi warga lokal. Bahkan, muncul persepsi bahwa tenaga kerja dari luar daerah masih mendominasi.

Menanggapi hal ini, DPRD meminta adanya transparansi data ketenagakerjaan serta komitmen perusahaan dalam memprioritaskan tenaga kerja lokal.

“Kami ingin ada kolaborasi dengan program pemerintah agar bisa berjalan beriringan, sehingga isu negatif di masyarakat bisa diminimalisir,” tambah Heri.

Lebih jauh, DPRD juga menekankan agar program pelatihan tidak hanya menyasar tenaga kerja siap pakai, tetapi juga masyarakat yang belum memiliki keterampilan, termasuk kelompok rentan. Langkah ini dinilai penting untuk menekan angka pengangguran sekaligus mengurangi potensi masalah sosial.

Ke depan, Komisi A DPRD Bontang berharap terbangun sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga pendidikan dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.

“Intinya, kita ingin masyarakat Bontang menjadi tuan rumah di daerah sendiri. Itu hanya bisa terwujud kalau ada kerja sama semua pihak,” katanya. (adv/dprdbontang/cha)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Redaksi Akurasi.id

TAGGED:
Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana