PPDI dan Forkesi Suarakan Kuota Kerja hingga Akses Kuliah Disabilitas di Reses DPRD Bontang

Sitti Yara serap aspirasi Forkesi dan PPDI, dukung fasilitas ramah disabilitas di Bontang
Suci Surya
2.2k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Ketua Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Bontang, Ma’ruf, berharap lowongan kerja perusahaan di Kota Taman memberi jatah 2 persen untuk pekerja penyandang disabilitas. Hal itu disampaikan pada Reses Masa Sidang II Tahun 2026 yang digelar Wakil Ketua DPRD Bontang Sitti Yara, belum lama ini.

Ia menyoroti pentingnya implementasi Peraturan Daerah tentang Penyandang Disabilitas, khususnya terkait kuota tenaga kerja di sektor pemerintahan maupun swasta.

“Kami PPDI ingin jatah 2 persen perusahaan membuka lapangan pekerjaan bagi penyandang disabilitas benar-benar diimplementasikan,” ujarnya.

Ma’ruf pun mengapresiasi langkah Sitti Yara yang dinilai memberi ruang khusus bagi penyandang disabilitas untuk menyampaikan aspirasi. Menurutnya, perhatian seperti ini penting agar kebutuhan kelompok disabilitas tidak luput dari kebijakan pemerintah daerah.

“Kami berharap perda yang sudah ada benar-benar dijalankan, bukan hanya di atas kertas,” ujarnya.

Tak hanya PPDI, dalam forum tersebut turut hadir Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Bontang. Turut hadir pula para orang tua anak berkebutuhan khusus, pengurus organisasi disabilitas, serta masyarakat. Mereka memanfaatkan forum tersebut untuk menyampaikan langsung persoalan yang selama ini dihadapi kepada legislatif.

Reses DPRD Bontang tersebut bertujuan untuk menyerap aspirasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas. Tak hanya membahas lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas, pada pertemuan tersebut juga menyerap aspirasi yang disampaikan perwakilan orangtua.

Masita dari Forkesi menyoroti akses pendidikan tinggi bagi anak penyandang disabilitas. Ia berharap pemerintah menyediakan beasiswa khusus dan mendorong perguruan tinggi di Bontang agar membuka ruang lebih luas bagi mahasiswa disabilitas. Menurutnya, saat ini akses tersebut lebih banyak tersedia di Pulau Jawa.

“Harapannya kampus di Bontang bisa menerima anak penyandang disabilitas ke perguruan tinggi. Karena sejauh ini hanya di Pulau Jawa yang punya akses itu,” katanya.

Menanggapi masukan tersebut, Sitti Yara menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut. Ia menyatakan siap berkoordinasi dengan dinas terkait yakni Dinas Ketenagakerjaan Bontang guna mencari solusi konkret.

“Masukan dari Forkesi dan PPDI ini sangat penting. Saya ingin fasilitas dan layanan di Bontang benar-benar ramah disabilitas serta menjawab kebutuhan masyarakat,” tegasnya. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana