Kaltim.akurasi.id, Bontang – Komisi A DPRD Kota Bontang menyoroti masih adanya warga yang hidup dalam keterbatasan di kawasan ring 1 industri, khususnya di sekitar PT Badak NGL. Temuan tersebut mencuat dalam kegiatan reses, sebagai respons atas keluhan masyarakat yang diserap langsung di lapangan.
Ketua Komisi A DPRD Bontang, Heri Keswanto, menyebut kondisi tersebut sebagai ironi di tengah status Bontang sebagai kota industri. Menurutnya, masih terdapat warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, meski tinggal di sekitar kawasan perusahaan besar.
“Ini menjadi perhatian serius kami. Di satu sisi kita dikenal sebagai kota industri, tapi di sisi lain masih ada masyarakat di ring 1 yang hidup dalam kondisi memprihatinkan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Ia mengungkapkan, pihaknya menemukan warga yang terpaksa bergantung pada sisa makanan untuk bertahan hidup, hingga kesulitan memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Kondisi ini dinilai tidak boleh dibiarkan tanpa intervensi konkret.
“Bahkan ada yang mengambil sisa makanan untuk dijual kembali. Ini fakta di lapangan yang kami temui langsung. Artinya, masih ada yang belum tersentuh secara maksimal,” tegasnya.
Merespons hal tersebut, DPRD mendorong penguatan program “Tengok Tetangga” sebagai instrumen peningkatan kepedulian sosial di tingkat masyarakat. Program ini dinilai perlu diperluas dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang beroperasi di sekitar wilayah tersebut.
Heri menegaskan, kepedulian sosial tidak bisa hanya dibebankan kepada masyarakat, melainkan menjadi tanggung jawab kolektif antara pemerintah, warga, dan dunia usaha.
“Perusahaan juga bagian dari lingkungan itu. Jadi penting untuk ikut terlibat, melihat langsung kondisi masyarakat sekitar, dan mengambil peran dalam membantu,” jelasnya.
Selain bantuan sosial, DPRD juga mendorong agar intervensi yang dilakukan bersifat berkelanjutan. Upaya tersebut antara lain melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan keterampilan, serta pembukaan akses terhadap lapangan kerja.
DPRD berharap, melalui sinergi yang lebih kuat antara pemerintah daerah dan perusahaan, persoalan kemiskinan di kawasan ring 1 dapat ditekan secara signifikan. Dengan demikian, keberadaan industri benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar.
“Jangan sampai masyarakat yang tinggal di sekitar industri justru tidak merasakan manfaatnya. Ini yang harus kita benahi bersama,” tutup Heri. (adv/dprdbontang/cha)
Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Redaksi Akurasi.id