DPRD Samarinda Imbau Pembangunan Kota Berdasarkan Analisis Risiko Bencana

Devi Nila Sari
89 Views

DPRD Samarinda imbau pembangunan kota berdasarkan analisis risiko bencana. Menyusul banyaknya pembangunan dilakukan tanpa memperhatikan hal tersebut.

Kaltim.akurasi.id, SamarindaDPRD Samarinda mengingatkan pemerintah kota agar setiap kegiatan pembangunan, baik infrastruktur maupun pemukiman, harus dilakukan berdasarkan analisis risiko bencana (ARB).

Hal ini disampaikan Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Deni Hakim Anwar, belum lama ini. Ia mengatakan, hingga saat ini masih banyak pembangunan di kawasan rawan bencana.

“Nah, kita ingin agar dinas PUPR ketika melakukan pembangunan, harus benar-benar mengacu pada analisis risiko bencana tersebut,” tuturnya.

- Advertisement -
Ad image

Deni menyoroti, sejumlah kasus yang menunjukkan lemahnya penerapan ARB dalam pembangunan, salah satunya kejadian longsor di kawasan Jalan Damanhuri dan Gerilya. Menurutnya, daerah tersebut sudah dikenal sebagai kawasan rawan bencana, namun tetap dijadikan lokasi permukiman.

“Sering kali yang terjadi, suatu kawasan sebenarnya rawan bencana, tapi tetap dibangun rumah di sana. Itu kan memang kawasan yang seharusnya tidak dijadikan lokasi pemukiman,” jelasnya.

Ia menekankan, pentingnya menjadikan ARB dan pengurangan risiko bencana (PRB) sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan. Hal ini untuk mencegah dampak yang lebih besar, termasuk risiko kehilangan nyawa dan kerugian materi.

“Pembangunan ke depan itu harus berlandaskan pada prinsip-prinsip tersebut. Karena kalau kita bicara soal anggaran, misalnya dana sebesar Rp 5 miliar pun tidak akan cukup untuk menanggulangi bencana,” tegasnya.

Deni menyebut, kesiapan anggaran pemerintah kota dalam menanggulangi bencana, khususnya melalui belanja tidak terduga (BTT). Ia mengingatkan, dana BTT pun tidak akan mampu menjangkau seluruh kejadian bencana di Samarinda, jika pendekatan pencegahan tidak dijalankan secara serius.

“Pertanyaannya, seberapa besar sih alokasi anggaran pemerintah kota untuk penanganan tanggap darurat atau melalui BTT? Kan itu juga tidak bisa menjangkau semua kejadian bencana yang terjadi di Samarinda,” pungkasnya. (Adv/dprdsamarinda/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana