Pj Bupati PPU Makmur Marbun mengungkapkan dirinya merasa prihatin. Sebab mengetahui selama 22 tahun sebagian besar masyarakat Kabupaten PPU masih belum bisa menikmati air bersih dari pemerintah daerah.
Kaltim.akurasi.id, Penajam – Penjabat (Pj) Bupati Penajam Paser Utara (PPU), Makmur Marbun prihatin lantaran masih banyaknya masyarakat yang belum tersentuh air bersih. Terungkap hingga saat ini hanya sekira 26 persen masyarakat Kabupaten PPU yang dapat menikmati air bersih dari pemerintah.
Hal itu disampaikan oleh Makmur Marbun saat mempin rapat terkait perluasan Embung Lawe-Lawe, di Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.
“Dengan pertemuan ini, saya ingin membahas langkah-langkah yang akan diambil ke depan untuk meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Jika ada kendala, mari kita selesaikan bersama-sama,” ujarnya dikutip media ini.
Marbun menegaskan, kebutuhan akan air bersih sudah menjadi kebutuhan dasar manusia yang harus dipenuhi. Bahkan, menurutnya, investor pun pastinya pertama kali mempertanyakan ketersediaan air bersih sebelum memasuki suatu daerah. Kebutuhan air menjadi salah satu pertimbangan investor sebelum berinvestasi.
Baca Juga
“Saya heran, dalam usia 22 tahun, sebagian besar masyarakat Kabupaten PPU masih belum bisa menikmati air bersih dari pemerintah daerah. Ini menjadi sesuatu yang memprihatinkan,” tambahnya.
Rencana perluasan Embung Lawe-Lawe merupakan salah satu langkah untuk memperluas jangkauan pelayanan air bersih kepada masyarakat Kabupaten PPU. Marbun menekankan pentingnya kehadiran semua pihak terkait dalam rapat tersebut untuk membahas rencana perluasan tersebut.
Dia menambahkan, pemerintah berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Dengan kerjasama semua pihak, diharapkan masalah tersebut dapat segera diatasi demi kesejahteraan masyarakat PPU.
Baca Juga
“Dalam pelaksanaannya nanti, jika ada kendala di lapangan, mari segera kita selesaikan. Salah satu masalah yang harus segera diselesaikan adalah dugaan keberadaan pipa kilang Pertamina di wilayah tersebut agar tidak menimbulkan masalah yang lebih besar,” tegasnya. (adv/diskominfoppu/zul/uci)
Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Suci Surya Dewi
