Pembangunan Kereta Gantung yang Hubungkan Bukit Steling-Bukit Lonceng Bisa Jadi Primadona Wisata Samarinda

Pembangunan kereta gantung yang menghubungkan Bukit Steling-Bukit Lonceng bisa menjadi opsi perencanaan pariwisata jangka panjang. Proyek itu akan menghadirkan wisata yang cukup berbeda bagi masyarakat.
kaltim_akurasi
4.6K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Keberadaan Bukit Steling dan Bukit Lonceng dirasa bisa jadi daya tarik wisatawan jika dikelola secara serius oleh Pemerintah Samarinda. Kedua bukit ini memiliki titik yang cukup bagus untuk menyaksikan keindahan Kota Tepian dari ketinggian, terutama di waktu sore hari.

Namun untuk benar-benar menjadikan kedua bukit itu sebagai spot wisata bagi masyarakat, diperlukan adanya sentuhan dari pemerintah. Misalnya, menyiapkan infrastruktur pendukung yang memadai, dari akses jalan hingga penataan fasilitas di tempat tersebut.

Menurut Anggota DPRD Samarinda Deni Hakim Anwar, salah satu langkah progresif yang bisa diambil pemerintah yakni mulai mengkaji perlunya membangun cable car atau kereta gantung yang menghubungkan Bukit Steling dan Bukit Lonceng.

Ia meyakini, jika proyek itu dapat direalisasikan, maka akan destinasi wisata Bukit Steling-Bukit Lonceng akan menjadi spot unggulan wisata Pemerintah Samarinda. Karena keberadaan kereta gantung tersebut akan menghadirkan suasana yang sangat berbeda dalam melihat Kota Tepian.

Apalagi kereta gantung tersebut akan menghubungkan antara Samarinda Kota dan Samarinda Seberang. Artinya, masyarakat yang naik kereta gantung, tidak hanya akan menyaksikan Samarinda dari ketinggian, tetapi juga bisa merasakan sensasi menyusuri bentangan Sungai Mahakam.

“Saya sangat berharap, nantinya Samarinda bisa memiliki cable car atau kereta gantung yang menghubungkan antara Bukit Steling dan Bukit Lonceng,” ujar Deni ditemui di kantor DPRD Samarinda belum lama ini.

Menurutnya, tidak ada yang salah dengan usulan itu. Karena memang sejatinya Dinas Pariwisata (Dispar) Samarinda mengambil langkah inovatif untuk menyiapkan perencanaan pembangunan pariwisata jangka panjang. Artinya, proyek berskala besar tidak harus dieksekusi dalam waktu cepat, melainkan bisa dibangun secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran.

“Ini hanya satu usulan saja yang barangkali bisa dipikirkan oleh Pemerintah Samarinda. Artinya, kalau ada masyarakat yang berkunjung ke Samarinda, bisa menjadikan wahana ini sebagai salah satu pilihan liburan,” katanya.

“Mereka bisa merasakan bagaimana keindahan Samarinda di waktu sore hari misalnya dari ketinggian,” tambahnya.

Di sisi lain, ia juga mempercayai kalau rencana itu bisa dieksekusi, maka akan memberikan banyak implikasi positif bagi tumbuh kembangkan sektor ekonomi kerakyatan seperti Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Samarinda. (adv/dprdsamarinda/drh)

Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana