Penetapan SK 174 Destinasi Wisata, Agusriansyah Apresiasi Upaya Pemkab Promosikan Wisata Kutim

Suci Surya
119 Views


Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menetapkan SK atas 174 destinasi wisata di Kabupaten Kutai Timur. Hal ini mendapat apresiasi dari Agusriansyah Ridwan, Anggota DPRD Kutim atas upaya Pemkab Kutim mempromosikan pariwisata di wilayahnya.

Kaltim.akurasi.id, Sangatta – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) gencar mempromosikan destinasi wisata yang ada di wilayahnya. Hal ini tak hanya memperkenalkan pariwisata Kutim, namun juga bertujuan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

Belum lama ini, Pemkab Kutim telah menetapkan 174 destinasi wisata Kutim yang telah mendapat Surat Keputusan (SK). Penetapan itu dilakukan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman. Destinasi wisata tersebut meliputi destinasi wisata buatan, wisata alam baik wisata gunung, pantai, laut, air terjun, dan lainnya.

Hal ini mendapat apresiasi dari Agusriansyah Ridwan, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutim. Upaya pemkab mempromosikan wisata yang ada di Kutim itu dinilai positif. Tak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, pihak swasta juga turut andil dalam mengembangkan wisata yang ada di Kutim.

“Dengan promosi itu masyarakat jadi optimis melihat perkembangan destinasi pariwisata di Kutim,” kata Agusriansyah kepada Akurasi.id, belum lama ini.

Dia menekannya bahwa memperkenalkan Kabupaten Kutim juga kaya akan destinasi wisata ini tak hanya menjadi tugas pemerintah saja. Namun menjadi tugas bersama. Jika promosi pariwisata sudah digenjot, maka akan meningkatkan taraf ekonomi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Kutim.

“Semua kegiatan terkait memperkenalkan wisata di Kutim sudah memang seharusnya digenjot. Sebab, dalam kegiatan itu sudah pasti melibatkan UMKM lokal,” kata dia.

Dia meminta perangkat daerah terkait yakni Dinas Pariwisata Kutim segera mengidentifikasi destinasi wisata baru yang sesuai dengan keelokannya. Tanpa harus mengubah bentuk aslinya. Walaupun, kata dia, akses menuju ke lokasi sulit ditempuh, tetapi itu menjadi seni dalam mengunjungi wisata tersebut.

“Contohnya buat wisata buaya. Maka perlu dibuatkan penangkarannya agar menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung. Penangkaran itu bisa jadi  tempat wisata edukasi,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengingatkan pemerintah agar terus fokus mempromosikan wisata. Serta melakukan uji konkrit maupun evaluasi dari kegiatan tersebut. Diantaranya mengkolaborasikan wisata dengan kuliner, transportasi, akomodasi, dan sebagainya.

“Semoga ada wisata yang menjadi pilot project representatif di beberapa titik di wilayah Kutim,” pungkasnya. (adv/dprdkutim)

Penulis/Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana