Pengusaha Lokal Belum Kuasai Potensi Kaltim

HIPPI menilai Kaltim punya segudang SDA yang tidak perlu diragukan, mulai dari hasil bumi, perkebunan, hingga kelautan. Namun, dalam eksekusinya pengusaha lokal masih tertinggal.
Devi Nila Sari
720 Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kekayaan sumber daya yang ada di Kalimantan Timur (Kaltim) tidak perlu diragukan lagi, mulai dari pertambangan hingga perikanan. Sayangnya, pengusaha lokal dinilai masih belum bisa memanfaatkan potensi tersebut secara maksimal.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum DPP Daerah Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (DPD HIPPI), Erik Hidayat.

“Kami melihat banyaknya investasi yang masuk ke Kalimantan Timur, terutama di sektor tambang dan sumber daya alam yang berlimpah, termasuk hasil laut. Namun, pengusaha lokal masih tertinggal,” sebutnya saat diwawancarai oleh awak media pada Pelantikan HIPPI Kaltim di Kantor Gubernur Kaltim, Sabtu (1/11/2025).

Oleh karena itu, pihaknya pun mendorong para pengusaha lokal untuk memanfaatkan potensi tersebut. Erik Hidayat juga meminta atensi dari pemerintah provinsi, untuk mendukung pengusaha lokal agar tidak menjadi penonton di daerah sendiri.

Sementara itu, Ketua DPD HIPPI Kaltim dr Montik Dewi Rahayu membeberkan, sejumlah program yang akan dijalankan. Mulai dari pelatihan, termasuk pelatihan pengelolaan dan kolaborasi antar bidang usaha sesama pengurus.

Dikatakannya, jika kegiatan tersebut penting dilakukan, mengingat terdapat variasi bidang usaha yang sebenarnya dapat saling bekerja sama untuk meningkatkan usaha masing-masing.

“Saat ini, dari DPD Provinsi Kalimantan Timur tercatat ada sebanyak 44 anggota. Sementara itu, dari enam kabupaten dan kota yang telah terbentuk, total terdapat sekitar 160 anggota yang terdaftar,” jelasnya.

Di sisi lain, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud yang diwakili oleh Staf Ahli Gubernur Bidang Sumber Daya Alam (SDA) Arief Murdiyatno menyampaikan, bahwa pelantikan ini merupakan momentum bagi para pengusaha pribumi untuk berperan aktif dalam membangun ekonomi nasional.

Ia menyebut, HIPPI memiliki peran strategis untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal, mendorong ekonomi berbasis kerakyatan, serta memperluas semangat kerja di tengah masyarakat.

“Momentum pembangunan di Kalimantan Timur harus menjadi kesempatan emas bagi para pengusaha pribumi untuk tumbuh bersama, bukan hanya sebagai penonton, tetapi sebagai pelaku utama,” ujarnya.

Arief menjelaskan, bahwa Pemprov Kaltim berkomitmen menciptakan iklim usaha yang sehat, inklusif, dan berdaya saing melalui berbagai kebijakan dan program.

Pihaknya pun terus berupaya, membuka peluang seluas-luasnya bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang. Serta mengajak seluruh elemen sipil untuk berperan aktif dalam mendorong pengusaha pribumi naik kelas, dari skala kecil menjadi menengah, dan dari menengah menuju usaha besar.

“Keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana kesejahteraan dirasakan oleh rakyat,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }