Porprov Bukan Ajang Gengsi, Dispora Kaltim Minta Daerah Fokus Atlet Lokal

Devi Nila Sari
120 Views

Dispora Kaltim minta pemerintah daerah fokus pada pembinaan atlet lokal. Sebagai upaya mendorong pengembangan atlet dan regenerasi.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kalimantan Timur meminta seluruh cabang olahraga (cabor) di kabupaten dan kota untuk memaksimalkan potensi atlet lokal. Dalam pelaksanaan Pra Pekan Olahraga Provinsi (Pra Porprov) Kaltim mendatang.

Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Dispora Kaltim, Rasman Rading mengimbau, agar sepuruh cabor di kabupaten dan kota memanfaatkan potensi atlet masing-masing daerah.

“Kita ingin seluruh cabor mengikuti aturan yang berlaku dan tidak lagi melakukan praktik jual beli atlet atau mutasi yang tidak sesuai dengan ketentuan. Mari kita dorong agar masing-masing daerah membina atletnya sendiri,” tegasnya.

Ia menekankan, pentingnya integritas dalam pembinaan olahraga daerah. Menurutnya, praktik merekrut atlet dari luar daerah hanya demi mengejar kemenangan dan gengsi perolehan medali, adalah tindakan yang mencederai nilai sportivitas.

“Kalau kita konsisten, atlet-atlet lokal bisa bersaing. Tapi kalau semua atlet dari luar, apa gunanya pembinaan di daerah? Untuk apa ada pengurus cabor kalau hanya menjadi penonton dalam proses pembinaan?” ujarnya.

Pentingnya Pembinaan Atlet Lokal untuk Regenerasi

Dispora Kaltim mendorong agar pemilihan atlet yang mewakili kabupaten dankota dalam ajang Pra Porprov benar-benar berasal dari wilayah tersebut. Bukan hasil mutasi instan yang hanya berlangsung menjelang turnamen. Hal ini dinilai penting untuk membangun ekosistem olahraga yang sehat dan berkelanjutan.

“Kalau tidak ada pembinaan, tidak ada regenerasi, maka olahraga di daerah itu stagnan. Kalau memang tidak mampu membina satu cabor, lebih baik jujur saja untuk tidak mengikutsertakannya. Jangan dipaksakan,” katanya.

Ia pun berharap, para ketua cabor di daerah, KONI kabupaten/kota, hingga pemerintah daerah ikut bertanggung jawab dalam menciptakan sistem pembinaan yang benar. Ajang Pra Porprov bukan sekadar kompetisi untuk mengejar medali, tetapi momen penting untuk mengevaluasi pembinaan atlet daerah masing-masing.

“Sportivitas harus jadi landasan utama. Jangan sampai ajang olahraga justru berubah jadi ajang gengsi, sementara semangat pembinaan dan pembentukan karakter atlet justru diabaikan,” tutupnya. (Adv/disporakaltim/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana