Puluhan Guru Pensiun Tiap Tahun, DPRD Soroti Kekosongan Pengajar di Samarinda

Devi Nila Sari
126 Views

DPRD Samarinda soroti fenomena kekurangan guru di Samarinda. Dampak banyaknya guru yang pensiun tiap tahun.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kekurangan tenaga pendidik bukan lagi persoalan yang hanya terjadi di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Kota Samarinda sebagai ibu kota Kalimantan Timur juga mengalami hal yang sama. Kondisi ini menjadi sorotan serius DPRD Samarinda, karena hal ini berdampak langsung pada kualitas pendidikan generasi muda.

Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Mohammad Novan Syahronny Pasie menyampaikan, bahwa fenomena kekurangan guru saat ini semakin mengkhawatirkan. Setiap tahun, puluhan guru memasuki masa pensiun. Namun, jumlah pengganti yang tersedia belum mampu menutup kekosongan tersebut.

“Bagaimana generasi muda kita mau maju, sedangkan di sekolah-sekolah saja masih kekurangan guru? Ini bukan hanya soal jumlah, tapi menyangkut keberlangsungan pendidikan kita ke depan,” tegas Novan.

Ia menambahkan, urusan pelatihan guru maupun peningkatan kapasitas tenaga pendidik sebetulnya bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Samarinda. Saat ini, kewenangan lebih besar berada di tangan badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM).

“Karena itu, koordinasi lintas lembaga harus diperkuat. Jangan sampai ada miss antara kebutuhan di lapangan dan kebijakan perekrutan atau pelatihan guru,” ujarnya.

Disdikbud Samarinda Akui Sejumlah Sekolah Kekurangan Guru

Sementara itu, Kepala Disdikbud Samarinda, Asli Nuryadin mengakui, bahwa masalah kekurangan guru memang terjadi di sejumlah sekolah. Namun, pihaknya memiliki keterbatasan dalam hal penanganan langsung karena proses rekrutmen tidak lagi menjadi wewenang dinas pendidikan.

“Terkait guru, kami tetap mengacu pada regulasi dan mekanisme yang berlaku. Jika ada kekurangan, kami laporkan dan koordinasikan dengan pihak yang berwenang, yaitu BPSDM,” jelas Asli.

Ia menyebutkan, selama ini pihaknya aktif mengusulkan kebutuhan tenaga pengajar, termasuk melakukan pemetaan kekurangan guru di tingkat sekolah dasar dan menengah.

Dengan tren pensiun guru yang terus terjadi setiap tahun, baik DPRD maupun Disdikbud Samarinda sepakat bahwa penyelesaian masalah ini membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Upaya sistematis dan terintegrasi diperlukan untuk memastikan ketersediaan guru yang tidak hanya cukup dari sisi jumlah, tetapi juga berkualitas. (Adv/dprdsamarinda/zul)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana