Safari Subuh ke-300, Bupati Kukar Ingatkan Jemaah Waspada Kebakaran

Dalam safari subuh Pemkab Kukar, Bupati Aulia Rahman Basri berpesan agar jemaah waspada dalam menghadapi musim kemarau, penguatan peran sosial masjid, hingga pentingnya dukungan masyarakat terhadap pembangunan.
Devi Nila Sari
2.3K Views

Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Pelaksanaan Safari Subuh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) mencapai kegiatan yang ke-300. Momentum tersebut berlangsung di Masjid Nurul Fajri, Jalan Danau Lipan, Kelurahan Melayu, Kecamatan Tenggarong, dengan diikuti Bupati Kukar Aulia Rahman Basri.

Safari Subuh menjadi salah satu ruang bagi pemerintah daerah untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan. Dalam kesempatan itu, Aulia menyampaikan sejumlah pesan, mulai dari kewaspadaan menghadapi musim kemarau, penguatan peran sosial masjid, hingga pentingnya dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah.

Aulia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan langkah-langkah sederhana untuk mencegah kebakaran.

Dia meminta warga memastikan instalasi dan peralatan listrik serta kompor dalam keadaan aman sebelum tidur maupun meninggalkan rumah.

“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran. Pastikan peralatan listrik dan kompor aman sebelum tidur atau ketika rumah ditinggalkan, karena keselamatan keluarga harus menjadi perhatian kita bersama,” tuturnya, Senin (12/10/2026).

Selain mengupayakan pencegahan, ia juga mengajak masyarakat memanjatkan doa agar hujan segera turun. Harapan tersebut disampaikan di tengah kondisi kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko bencana.

“Kita berharap hujan segera turun dan kondisi kemarau bisa segera teratasi. Namun, kita juga harus tetap berikhtiar, menjaga lingkungan, dan melakukan langkah pencegahan agar terhindar dari musibah,” katanya.

Bupati Kukar Dorong Penguatan Peran Sosial Masjid

Dalam kegiatan itu, bupati turut menekankan bahwa masjid memiliki peran penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang tidak hanya religius, tetapi juga peduli terhadap sesama. Ia berharap masjid dapat menjadi tempat tumbuhnya solidaritas dan gerakan sosial yang menjangkau warga di sekitarnya.

“Jemaah memakmurkan masjid, dan masjid memakmurkan umat. Saya ingin masjid tidak hanya menjadi tempat beribadah, tetapi juga hadir membantu masyarakat dan memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitarnya,” tegas Aulia.

Ia mendorong pengurus masjid dan jemaah melakukan pendataan terhadap warga yang membutuhkan bantuan, khususnya keluarga kurang mampu. Pendataan itu diharapkan menjangkau sedikitnya 40 rumah di sekitar masjid, sehingga kebutuhan warga dapat diketahui dan kepedulian sosial dapat dijalankan secara lebih terarah.

“Mari kita mulai dari lingkungan masing-masing. Pengurus masjid dan jemaah bisa bersama-sama melihat siapa saja warga yang membutuhkan perhatian, kemudian membangun semangat gotong royong untuk membantu mereka,” pungkasnya. (Adv/diskominfokukar/dn)

Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana