Sekolah Terendam Banjir, Kadisdikbud Kaltim Instruksikan Pembelajaran Daring

Fajri
By
87 Views

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kalimantan Timur menginstruksikan sekolah-sekolah yang terdampak banjir di Samarinda untuk melaksanakan pembelajaran daring.

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Curah hujan yang tinggi mengguyur Kalimantan Timur (Kaltim) pada Senin (12/5/2025) lalu, menyebabkan sejumlah daerah terendam banjir, termasuk ibu kota provinsi, Samarinda. Beberapa sekolah juga terdampak, seperti SMA 4 dan SMA 7 yang terletak di Samarinda Seberang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, mengungkapkan bahwa dua sekolah tersebut langsung terdampak bencana alam ini. Meskipun demikian, kegiatan belajar mengajar tetap dapat berjalan, dan jika ruang kelas belum bisa dibersihkan, pembelajaran dapat dilaksanakan secara daring (dalam jaringan).

“Untuk kegiatan belajar dan mengajar masih aman. Kalau pun mereka hari ini tidak sempat membersihkan ruang kelas, pembelajaran bisa tetap dilakukan secara daring,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon seluler pada Selasa (13/5/2025).

Rahmat menambahkan, dirinya belum menerima laporan mengenai kondisi kesehatan para pelajar akibat banjir, mengingat kejadian ini terjadi saat libur sekolah. Sehingga, belum ada keluhan terkait penyakit yang disebabkan oleh peristiwa ini.

Selain SMA 4 dan SMA 7, ia menyebutkan bahwa SMA 5 yang terletak di Jalan Juanda, Samarinda Ulu, juga terkena banjir. Namun, banjir hanya merendam bagian luar sekolah dan tidak masuk ke ruang kelas karena bangunan yang cukup tinggi.

“Bangunan di SMA 5 cukup tinggi, jadi tidak terendam banjir,” tambahnya.

Rahmat juga memastikan bahwa tidak ada SMK atau SLB yang terkena dampak banjir, sehingga kegiatan belajar tatap muka di sekolah-sekolah tersebut dapat berlangsung seperti biasa pada Rabu (14/5/2025).

Di sisi lain, ia menyebutkan bahwa banjir di beberapa sekolah sudah surut, dan sebagian besar sudah melakukan pembersihan, memungkinkan kegiatan belajar mengajar kembali berjalan normal.

“Namun, jika banjir masih ada, pembelajaran tetap dilakukan secara daring. Kami sudah menyiapkan mekanisme untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar, dan tidak ada yang tertinggal karena situasi ini,” pungkas Rahmat. (Adv/diskominfokaltim/yed)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana