Kaltim.akurasi.id, Bontang – Awal April 2026 kembali menghadirkan PR rutin bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), yakni kewajiban menyelesaikan disparitas data ASN sejumlah 129 data.
Dirilis resmi oleh Badan Kepegawaian Negara, jumlah ini jauh lebih kecil dibanding periode sebelumnya pada Agustus 2025 yakni sebanyak 476 data yang sukses dituntaskan sepenuhnya melalui kolaborasi solid antara Admin Data Perangkat Daerah dan Admin Data BKPSDM.
Kota Bontang kembali menunjukkan kinerja yang konsisten dengan mencatatkan persentase disparitas yang relatif kecil dibandingkan instansi kabupaten/kota lainnya di wilayah kerja Kantor Regional VIII Kalimantan.
Kepala BKPSDM Bontang, Sudi Priyanto menjelaskan bahwa kecilnya persentase disparitas di Kota Bontang bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses kerja yang terus menerus dan teruji. Menurut Sudi, disparitas data sendiri merupakan hal yang tidak bisa dihindari, karena akan selalu muncul seiring dinamika perubahan data ASN; baik oleh adanya peristiwa kepegawaian, pemutakhiran mandiri oleh ASN, maupun input data oleh admin unit kerja maupun admin BKPSDM yang bisa saja terjadi kesalahan dalam prosesnya.
Kata Sudi, dalam pengelolaan disparitas, terdapat dua kemampuan utama yang terus diuji. Pertama, kemampuan menekan munculnya disparitas baru melalui ketepatan dan kecepatan pemutakhiran data.
“Kedua, kemampuan mereduksi disparitas yang telah terdeteksi oleh sistem BKN agar tidak menumpuk,” sebutnya.
Sudi menguraikan bahwa keberhasilan Kota Bontang menjaga persentase disparitas tetap rendah menunjukkan bahwa kedua aspek tersebut telah ditangani secara baik. Admin data, baik di tingkat OPD maupun BKPSDM dinilai mampu bekerja secara responsif, teliti, dan berkelanjutan.
Menanggapi capaian ini, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Bontang, Akhmad Suharto menekankan bahwa hal ini lebih dari sekadar capaian angka.
“Hal ini menjadi bukti bahwa semangat kerja Kita tak pernah padam. Para admin data ASN Bontang terus berpijar, bekerja tanpa henti memperbaiki data pegawai dalam aplikasi kepegawaian secara terus menerus,” ujarnya.
Suharto menjelaskan bahwa pengelolaan data ASN bukanlah pekerjaan sekali selesai, melainkan proses siklikal yang akan terus berulang seiring perkembangan data kepegawaian. Dengan komitmen yang luar biasa ini, dia berharap kualitas data ASN Kota Bontang senantiasa terjaga valid, akurat, andal, dan terpercaya dalam rangka mendukung pelayanan kepegawaian yang lebih baik dan profesional bagi seluruh ASN.
“Semangat kolaborasi dan konsistensi inilah yang menjadi kunci, bahwa menjaga data tetap bersih bukanlah pekerjaan sesaat. Melainkan tanggung jawab bersama yang harus dijaga setiap saat,” tutupnya. (adv/bkpsdmbontang)
Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi