Kaltim.akurasi.id, Bontang – Dalam rangka meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang menggelar Webinar Belajar dan Kaji (Bekaji) Sesi 1, Senin (9/2/2026).
Webinar dengan tema Pengembangan Kompetensi ASN Secara Mandiri ini menghadirkan narasumber Widyaiswara Utama pada BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Dr Sugeng Chairuddin. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini tak hanya diikuti ratusan ASN Bontang, peserta lainnya juga berasal dari pemda, pemprov, dan kementerian lembaga lainnya se-Indonesia.
Kepala BKPSDM Bontang Sudi Priyanto mengatakan pada praktik pelaksanaannya, pengembangan kompetensi ASN secara mandiri menekankan pada 2 kunci hal penting. Pertama inisiatif proaktif ASN untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap perilaku profesional atas usaha sendiri. Baik biaya maupun waktu untuk mencapai standar jabatan.
“Tujuannya meningkatkan profesionalisme, adaptabilitas, dan kinerja sesuai standar kompetensi,” ucap Sudi.
Kedua, yakni akses peningkatan atau pengembangan kompetensi ASN melalui metode self-learning atau belajar mandiri, pelatihan daring (e-learning), mengikuti seminar, webinar, workshop, atau terlibat aktif dalam komunitas profesional.
Baca Juga
Sudi menjelaskan pengembangan tersebut menggunakan kombinasi pendekatan pembelajaran dengan konsep 70:20:10. “Yakni 70 persen pengalaman kerja, 20 persen belajar dari orang lain, dan 10 persen pelatihan formal,” terangnya.
Kegiatan tersebut bakal dilaksanakan secara masif. Apalagi, kata Sudi, pada akhir Desember 2025 lalu, pemerintah kota dan kabupaten se-Kaltim menyatakan komitmennya untuk menjadikan instansi masing-masing sebagai Corporate University. Di mana penandatanganan komitmen dilakukan seluruh sekretaris daerah kota/kabupaten se-Kaltim. Tujuannya menjembatani kesenjangan antara teori akademis dan tuntutan praktik kerja nyata, serta memenuhi kebutuhan kompetensi ASN yang adaptif.
“Ini merupakan pendekatan pengembangan SDM yang lebih dari sekadar pelatihan biasa, karena menjadi mesin strategi bagi organisasi untuk mencapai kinerja tinggi,” ucapnya.
Baca Juga
Sudi menyebut Corporate University ini telah berhasil diterapkan di beberapa instansi, BNI, PLN, Telkom Corpu, Kemenkes, hingga beberapa Pemprov Corpu.
Pemkot Bontang melalui BKPSDM Bontang pun mulai menerapkan beberapa langkah. Yakni membangun metode pembelajaran mandiri bagi seluruh perangkat daerah, termasuk UPT dan kelurahan.
“Sekretariat Daerah sudah berjalan pekan lalu. Pekan ini dilanjut Badan Kesbangpol melaksanakan pembelajaran dengan mengundang narasumber dari ASN yang membidangi,” jelasnya.
Langkah selanjutnya yakni menerapkan hasil pembelajaran berupa materi, dan siaran atau rekaman proses pembelajaran. Lalu dituangkan dalam aplikasi Gerbang Jaya, sehingga bisa diakses dengan mudah oleh seluruh ASN dan masyarakat di mana pun berada.
Sudi membeberkan, langkah lainnya yakni menyusun Human Capital Development Plan (HCDP) yang merupakan rencana makro organisasi dan Individual Development Plan (IDP) sebagai peta pengembangan kompetensi organisasi dan individu.
“Keduanya bertujuan meningkatkan kinerja dan menutup kesenjangan kompetensi,” ungkapnya.
Baca Juga
Selanjutnya, Pemkot Bontang akan meminta pendampingan dari BPSDM Provinsi Kaltim, Pusjar SKPP LAN, BKN, dan Bappenas. Selanjutnya menetapkan agent Corpu pada setiap perangkat daerah.
“Ini ikhtiar kita, agar SDM aparatur khususnya di lingkungan Pemkot Bontang terus meningkat kualitasnya dan semakin profesional kinerjanya melalui upaya pengembangan kompetensi secara mandiri,” tutup Sudi. (adv/bkpsdmbontang)
Penulis/Editor: Suci Surya Dewi