Sri Puji Astuti Bicara Persoalan Pendidikan Loa Kumbar: Akses Jalan Jauh dari Kata Ideal (1)

Akses jalan menuju SD Filial di Desa Loa Kumbar, Loa Buah, harus segera mendapatkan sentuhan program dari pemerintah. Sebab, persoalan pendidikan harus dibenahi pemerintah yakni memastikan akses jalan yang baik dan memadai.
kaltim_akurasi
2.9K Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Keterbatasan akses jalan dan fasilitas pendidikan masih menjadi persoalan yang dihadapi anak-anak di Desa Loa Kumbar, Kelurahan Loa Buah, Kota Samarinda. Selain kondisi infrastruktur menuju wilayah tersebut, status sekolah dasar (SD) yang masih menjadi sekolah filial turut memunculkan persoalan terkait pemenuhan hak guru.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan kondisi pendidikan di Loa Kumbar perlu mendapat perhatian, mengingat wilayah tersebut tergolong terpencil dan memiliki keterbatasan akses.

Ia menyebutkan, pemerintah telah membangun sekolah dasar di wilayah itu. Berdasarkan kunjungan langsung yang dilakukan sebelumnya, sekolah tersebut saat ini menampung 50 murid dengan dukungan delapan guru dan satu penjaga sekolah.

Namun, persoalan akses jalan masih menjadi keluhan masyarakat setempat. Sebagian ruas jalan menuju Loa Kumbar telah dicor, sedangkan bagian lainnya masih berupa jalan tanah dengan medan terjal dan jurang di sisi jalan.

“Kami sudah melewati sendiri jalur darat menuju Loa Kumbar. Sebagian jalan sudah dicor, tetapi sebagian lainnya masih berupa jalan tanah dengan kondisi terjal dan di sisi jalan terdapat jurang,” ujar Sri Puji di Kantor DPRD Samarinda, Kamis (15/10/2026).

Sri Puji menilai, kondisi tersebut menyulitkan mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang hendak mengakses layanan pendidikan. Karena itu, pembangunan akses jalan menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diperhatikan agar perjalanan menuju dan keluar dari Loa Kumbar lebih mudah.

Selain infrastruktur, keterbatasan fasilitas penunjang pembelajaran juga menjadi perhatian. Sekolah di Loa Kumbar belum memiliki unit kesehatan sekolah (UKS) dan perpustakaan. Padahal, kedua fasilitas tersebut diperlukan untuk mendukung kesehatan serta meningkatkan kualitas pembelajaran siswa.

Di sisi lain, kebutuhan pendidikan masyarakat setempat tidak berhenti pada jenjang sekolah dasar. Sri Puji mengungkapkan, sejumlah anak yang telah melanjutkan pendidikan ke tingkat sekolah menengah pertama (SMP) juga berharap agar sekolah menengah dapat dibangun di Loa Kumbar.

“Kebutuhan tersebut perlu menjadi perhatian dalam upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat yang tinggal jauh dari pusat perkotaan,” tegasnya. (adv/dprdsamarinda/mz)

Editor: Dirhanuddin

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana