Salah satu faktor yang menjadi penghambat investasi di KEK Maloy adalah kurangnya infrastruktur penunjang, seperti jaringan gas.
Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kawasan Ekonomi Khusus Maloy (KEK Maloy) di Kalimantan Timur (Kaltim) terancam dicabut statusnya jika tidak menunjukkan kemajuan signifikan hingga Juni 2024.
Kepala DPMPTSP Kaltim Puguh Harjanto mengatakan, pihaknya akan melakukan kajian terkait infrastruktur penunjang investasi di KEK Maloy untuk membantu meningkatkan daya tarik kawasan tersebut.
“Upaya dari DPMPTSP bukan langsung sebagai operator, tapi supporting. Kita akan lakukan kajian terkait infrastruktur penunjang investasi dan mungkin menarik terkait calon mitra,” kata Puguh di Samarinda, belum lama ini.
“Jika nanti dari pihak MBTK (Maloy Batuta Trans Kalimantan) mendesain perlu mitra untuk mengelola maka kita perlu siapkan sejauh itu agar lebih maksimal,” tambahnya.
Baca Juga
Puguh menuturkan, salah satu faktor yang menjadi penghambat investasi di Kawasan Ekonomi Khusus tersebut adalah kurangnya infrastruktur penunjang, seperti jaringan gas.
“Beberapa kasus, seperti Kibing, mereka memerlukan mapping jalur gas. Kalau tidak ada, mereka tidak jadi masuk investasi. Nah, jalur gas ini investasinya tidak sedikit. Kalau kita lihat dari industri di Batang, dari Semarang ke Batang itu Rp 1 triliun untuk jalur gas,” ujarnya.
Ia menyebut di Kaltim, sebenarnya cukup beruntung. Karena sudah ada jalur gas dari Bontang sampai ke Balikpapan. Namun hal ini justru menjadi kompetisi internal antar wilayah untuk menarik hati investor. Karena penanam modal akan memilih lokasi yang memang sudah siap untuk ditawarkan.
Baca Juga
Puguh menambahkan, pihaknya akan mendesain bagaimana infrastruktur di KEK Maloy, seperti listrik, gas, air bersih, dan lintas infalnya untuk limbah, dapat dioptimalkan.
“Sekarang kita mendesain bagaimana di sana bisa maksimal dari listrik, gas, terus air bersih, dan lintas infalnya untuk limbahnya,” tuturnya.
Puguh berharap, dengan upaya yang dilakukan pemerintah daerah, KEK Maloy dapat segera berkembang dan menarik investor.
“Kita berharap KEK Maloy ini bisa menjadi kawasan industri yang maju dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kaltim,” pungkas Puguh. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id
