Kaltim.akurasi.id, Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali torehkan tinta emas dalam perjalanan Reformasi Birokrasi Nasional. ASN Pemkot Bontang membuktikan kualitas dan profesionalismenya dengan meraih Nilai Indeks Profesionalitas ASN (IPASN) kategori IPASN-PNS tertinggi se-Regional VIII BKN untuk wilayah Kalimantan tahun 2025.
Pada akhir 2025, ASN Pemkot Bontang mencatatkan berbagai capaian strategis di bidang tata kelola kepegawaian. Antara lain Peringkat 6 Indeks Kualitas Data (IKD) dari 46 instansi se-Regional Kalimantan dan Peringkat 8 capaian pengisian SKP bulanan dari 643 instansi se-Indonesia.
Hebatnya, prestasi capaian IPASN tertinggi ini diraih dalam dua tahun berturut-turut, yakni pada 2024 dan 2025. Bahkan, capaian tahun 2025 menunjukkan peningkatan signifikan dengan nilai 86,50 yang mengalami kenaikan 1,15 poin dibandingkan tahu sebelumnya dengan nilai 85,35. Pengumuman resmi atas capaian ini disampaikan BKN Kanreg VIII Banjarbaru pada 31 Desember 2025, menutup tahun dengan kebanggaan besar bagi seluruh ASN Pemkot Bontang.
Keberhasilan ini makin mengukuhkan posisi Pemkot Bontang sebagai salah satu daerah dengan kualitas ASN terbaik di Kalimantan. Dari 46 instansi se-Regional Kalimantan, Pemkot Bontang berhasil menempati peringkat pertama IPASN. Tidak hanya prestisius, capaian ini juga mencerminkan konsistensi pembinaan kepegawaian yang berkelanjutan.
Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bontang Akhmad Suharto dalam keterangannya menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang atas komitmen pada pembinaan kepegawaian secara terarah juga berkelanjutan.
Baca Juga
“Terima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang atas kepemimpinan dan kebijakan strategisnya, sehingga ASN mampu menunjukkan profesionalitas terbaiknya,” ungkap Suharto.
Suharto menyebut IPASN merupakan indeks statistik nasional yang dirilis BKN untuk menggambarkan kualitas ASN di sebuah instansi berdasarkan empat dimensi utama. Yakni kualifikasi pendidikan, kompetensi, kinerja, dan kedisiplinan. Menurut Suharto, tingginya capaian ini mencerminkan semakin baiknya rata-rata kualifikasi pendidikan ASN.
“Semakin masifnya pengembangan kompetensi pegawai, serta makin optimalnya penilaian kinerja melalui SKP yang diiringi minimnya pelanggaran disiplin para pegawai pelat merah di Kota Taman,” tuturnya.
Ditemui terpisah, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Bontang Sudi Priyanto tak lupa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pengumpulan data untuk Penilaian IPASN tahun 2025.
“Data dihimpun dari seluruh ASN Pemkot Bontang oleh rekan-rekan pengelola data kepegawaian yang telah bekerja keras, cermat, dan kolaboratif dalam seluruh proses penilaian IPASN,” ucap Sudi.
Sudi merincikan raihan nilai tiap Dimensi Indikator IPASN tahun 2025 yakni nilai dimensi kualifikasi pendidikan 21,96 poin, kinerja 25,97 poin, kompetensi 33,57 poin, dan dimensi disiplin 5 poin. Dengan capaian nilai IPASN tertinggi se-Regional Kalimantan selama dua tahun berturut-turut, ditopang oleh prestasi IKD dan pengelolaan SKP yang unggul secara nasional, Pemkot Bontang semakin menegaskan diri sebagai role model pengelolaan ASN yang profesional, modern, dan berintegritas.
“Ini sebuah prestasi yang bukan hanya membanggakan, tetapi juga menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin berkualitas menuju Kota Bontang yang selalu Berbenah,” tutupnya. (adv/bkpsdmbontang/uci)
Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi