Kaltim.akurasi.id, Tenggarong – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kutai Kartanegara (Disdikbud Kukar) mengusulkan program beasiswa pendidikan bagi satuan pendidikan mulai dari jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah menengah pertama (SMP) untuk tahun anggaran 2027.
Skema yang direncanakan menggunakan satuan pendidikan sebagai basis penyaluran, agar bantuan dapat menjangkau sasaran secara lebih terarah.
Kepala Disdikbud Kukar Heriansyah mengatakan, usulan tersebut telah disiapkan dengan mempertimbangkan kondisi keuangan daerah pada 2027. Namun, pelaksanaannya masih bergantung pada kemampuan anggaran dan proses penetapan program pemerintah daerah.
“Mudah-mudahan kondisi keuangan 2027 memungkinkan. Kita sudah mengusulkan untuk satuan pendidikan mulai dari PAUD sampai SMP, yang menjadi kewenangan kita, untuk diberikan beasiswa,” kata dia.
Ia menjelaskan, skema yang dirancang berbeda dari pola bantuan yang semata-mata didasarkan pada kondisi ekonomi individu. Dalam rencana tersebut, satuan pendidikan akan menjadi basis untuk menentukan distribusi bantuan sesuai kriteria yang ditetapkan.
“Basisnya nanti bukan orang yang tidak mampu, tetapi basisnya adalah sekolah,” ujarnya.
Menurut dia, pengaturan tersebut juga diperlukan, karena saat ini terdapat sejumlah program bantuan pendidikan dari berbagai tingkatan pemerintahan. Diantaranya Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat, program pendidikan gratis dari pemerintah provinsi, serta bantuan yang bersumber dari Pemkab Kukar.
“Beasiswa ini banyak. Ada KIP dari pusat, kemudian ada program Gratispol dari provinsi, dan dari Kukar sendiri,” jelasnya.
Dengan adanya beberapa program tersebut, Heriansyah mengungkapkan, bahwa Disdikbud Kukar ingin memastikan bantuan dapat didistribusikan secara tepat, tanpa terjadi tumpang tindih penerima maupun bentuk bantuan. Pemetaan kebutuhan sekolah dan program yang sudah diterima, menjadi bagian penting dalam penyusunan skema tersebut.
“Supaya jangan terjadi duplikasi saja, itu nanti akan kita distribusikan semua,” tuturnya.
Ia menambahkan, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berbentuk beasiswa. Pemerintah juga telah memberikan perhatian terhadap kebutuhan perlengkapan dan fasilitas sekolah, termasuk seragam serta sarana pendukung pembelajaran.
“Sekarang sekolah apa sih, seragam diberikan, fasilitas disiapkan,” tutupnya. (Adv/diskominfokukar/dn)
Penulis: Devi Nila Sari
Editor: Dirhanuddin