Perasaan Bimbang, Apatis dan Kehati-hatian Pemilih Pemula Tentukan Jagoan

Fajri
By
172 Views

Pengalaman menjadi pemilih pemula sangat mengasyikkan sekaligus menegangkan. Soal siapa jagoan akan dipilih bisa ditimbang-timbang dari sekarang. Mau tanya orangtua, teman, atau medsos. Atau justru memilih golput?

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Warna-warni bendera partai politik marak berkibar menghiasi sisi-sisi jalan raya. Tayangan di televisi pun sudah kerap dipenuhi acara yang memuat wajah calon presiden-wakil presiden, calon anggota legislatif, serta tokoh nasional lainnya. Itu tanda pemilihan umum makin dekat.

Para calon, baik eksekutif maupun legislatif, juga mulai aktif mempromosikan diri berikut tawaran aneka program demi menarik hati dan simpati dari masyarakat. Sementara itu, calon pemilih mungkin sudah mulai menimbang-nimbang calon yang akan mereka ”coblos” pada pemilu yang ditetapkan pada 14 Februari 2024. Atau, mungkin mereka masih bingung menentukan pilihan.

Per Juli 2023, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih tetap pun sudah ditetapkan, yakni 204.807.222 orang. Nama-nama mereka tercatat dalam daftar pemilih tetap (DPT).

Dari jumlah itu, ada 46.800.161 orang pemilih (22,85 persen) berkategori generasi Z. Sebagian dari mereka akan memilih untuk pertama kalinya pada Pemilu 2024, dengan rentang usia 17-21 tahun pada saat pencoblosan nanti. Jika dilihat dari jumlahnya, keberadaan pemilih pemula ini terbilang amat layak diperhitungkan.

Salah satu dari mereka adalah Yiska (17), dia merupakan seorang pelajar dari SMA Negeri 3 Bontang. Dia sangat antusias bisa mengikuti pemilu untuk pertama kalinya. Dia bertekad memberikan yang terbaik untuk negara.

Dalam menetukan jagoan, Yiska mempertimbangkan banyak hal. Tapi, katanya, dia bakal lebih memilih pemimpin yang mengutamakan perbaikan dalam sistem pendidikan. Karena menurutnya, pendidikan ialah ujung tombak kemajuan bangsa.

“Saya belum menentukan siapa yang akan saya pilih. Saya lihat dulu visi dan misi mereka. Saya berharap pemimpinnya bisa bersikap adil dan menghargai kepentingan seluruh masyarakat. Terutama dalam bidang pendidikan,” jelasnya saat dihubungi Akurasi.id, Selasa (12/12/2023).

Menonton tv dan membaca berita, adalah cara Yiska untuk mencari informasi tentang visi dan misi setiap pasangan calon presiden. Meskipun acap kali ia menerima informasi seliweran di sosmed. Namun, Yiska justru kurang mempercayai konten-konten yang ada di sosmed.

“Saya kalau cari informasi dan pengen tau perkembangan biasanya nonton berita tv dan baca berita di media mainstream. Karena kalau di sosmed banyak yang kurang jelas,” katanya.

Pemilih Pemula Tunjukkan Sikap Skeptis

Berbeda dengan Yiska, sikap skeptis dan pesimis terhadap pemilu dan kandidatnya justru diperlihatkan pemilih pemula generasi Z lainnya. Dua di antaranya Yulia Saceira (17), siswa dari SMA Negeri 3 Bontang dan Ical (17), pelajar SMK Negeri 1 Bontang.

Yulia bilang, sejauh ini dirinya masih binggung akan ikut memilih atau tidak. “Saya kadang males liat berita tentang capres, karena gak terlalu paham juga tentang politik. Jadi masih binggung mau milih atau enggak,” kata Yulia.

Sebenarnya, Yulia sangat berharap pemilu perdana yang akan diikutinya itu nanti bisa menjadi momen yang sangat berkesan. Akan tetapi, banyaknya informasi tentang pasangan capres dan cawapres kerap membuatnya pusing.

“Awalnya saya milih capres yang suka kucing, aneh banget sih, tapi aku mikir kalau dia suka kucing kan bisa aja dia adakan program melindungi kucing di jalanan gitu atau program merawat kucing di jalanan. Kan banyak tuh berita kucing yang disiksa sama manusia gak bertanggung jawab, jadi aku mikir siapa tau nanti ada program kayak gitu,” tambahnya.

Sementara Ical, secara tegas mengatakan dirinya tidak akan terlibat dalam pesta demokrasi 2024 mendatang. Ical bilang, dia lebih memilih golput, karena baginya visi misi capres-cawapres tidak ada yang membuatnya puas.

“Saya rasa visi misi para capres yang sekarang tidak begitu menjawab problem yang ada di negara kita, mereka lebih fokus menang dari pada menyelesaikan permasalahan yang ada, mungkin memang ada visi yang bagus, tapi untuk masalah yang lebih besar mereka gak punya jawaban yang saya harapkan, menurut saya aja sih ini,” tandasnya.

Meskipun ia mungkin akan golput, tetapi dirinya menyampaikan kepada pemilih-pemilih muda yang mungkin juga pertama kali akan menyoblos untuk bisa menggunakan hak pilih dengan bijak, dan mempertimbangkan siapa yang akan dipilih, jangan asal nyoblos yang penting milih. (*)

Penulis: Diva Ramadhani Prasetyo
Editor: Fajri Sunaryo

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana