Puluhan Pemilik Warung Diduga Korban Penipuan, Ratusan Tabung Gas Hilang di Bontang

Rachman Wahid
229 Views

Ratusan tabung gas hilang di Bontang, para pemilik warung di Bontang menduga oknum penyalur gas LPG melakukan tindakan penipuan.

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Terjadi dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum penyalur gas LPG kepada beberapa pemilik warung kelontong di Kota Bontang. Pelaku diduga membawa kabur ratusan tabung gas berukuran tiga kilogram.

Salah satu korban adalah Astutik (53) pemilik warung yang berada pinggir Jalan Kalimantan, RT 18, Kelurahan Api-Api, Kota Bontang.

Astutik bercerita, kejadian ini terjadi di awal Mei 2024. Seperti biasa, oknum tersebut datang ke tokonya untuk mengambil 38 tabung gas tiga kilogram yang kosong.

Ia tidak menaruh curiga terhadap pelaku, karena oknum tersebut diketahui merupakan pangkalan atau sub agen penyalur gas yang sudah bekerja sama dengannya selama setahun.

“Dia datang ke tempat saya seperti biasa, waktu itu dia ambil 38 tabung gas, lalu meminta uang dan pergi, saya tidak menaruh curiga,” Saat diwawancarai di warungnya, Jumat (07/06/24).

Namun beberapa hari kemudian, ia merasa aneh lantaran gas yang telah diambil tak kunjung datang, ditambah nomor oknum tersebut sudah tidak bisa dihubungi.

Keyakinannya bertambah ketika sang suami mencari informasi kepada sesama penjual gas yang bekerja sama dengan oknum pangkalan tersebut. Ternyata, ada 50 orang termasuk dirinya yang mengaku mengalami hal yang sama.

Akhirnya, ia melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwajib karena telah merugikan dirinya dan pedagang lainnya. Ia juga melampirkan tanda tangan para pedagang lainnya untuk menunjukkan banyaknya korban.

“Tak hanya saya saja ada juga warung lain juga yang kena, mungkin ada ratusan tabung gas hilang di Bontang kalau digabung. Makanya suami saya melapor ke pihak berwajib dengan membawa tanda tangan pedagang lainnya,” jelasnya.

Dia berharap, pihak kepolisian segera menemukan pelaku karena telah merugikan dirinya hingga 9 juta Rupiah. Saat ini, untuk bisa tetap berjualan tabung gas, dia harus mengeluarkan uang lebih untuk modal 20 tabung gas.

“Saya rugi hampir sembilan juta, belum lagi harus nombok beli lagi 20 tabung gas buat dijualkan,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Akurasi.id masih menunggu tanggapan dari Polres Bontang. (*)

Penulis : Dwi Kurniawan Nugroho
Editor: Redaksi akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana