
Kesaksian korban pembacokan di Pujasera Imam Bonjol, terima 14 jahitan di tengkuk. Berlagak preman, tersangka menenteng parang datang bersama istri sambil mengejar pengunjung Pujasera. Kasus ini pun masuk meja kepolisian. Dan dari kesaksian korban pembacokan, polisi langsung mengejar pelaku.
Kaltim.Akurasi.id, Bontang – M Asdir, korban penganiayaan di Pujasera Imam Bonjol, Kelurahan Api-Api, Bontang Utara, akhirnya bisa kembali beraktivitas. Setelah sepekan lamanya menjalani perawatan medis dan berobat jalan akibat luka bacok yang diterimanya.
Sabtu, (15/11/2021) malam, pria 39 tahun itu terlihat sudah kembali bekerja sebagai juru parkir di Pujasera. Dia sebenarnya belum pulih betul. Luka di bagian tengkuknya masih terlihat basah dibalut perban. Pun perasaan nyeri masih sering kali dirasakannya.
“Sebenarnya masih agak sakit kalau angkat barang yang berat. Tapi aman mas, paling sebentar lagi sembuh,” kesaksian korban pembacokan, M Asdir saat ditemui Akurasi.id di tempat kerjanya. Kepada media ini, M Asdir menceritakan ulang peristiwa kejam yang membuatnya harus menerima 14 jahitan di bagian tengkuk.
Jumat malam, 5 November 2021, sesaat sebelum gerimis mulai mengemas kawasan Pujasera Imam Bonjol, sekira pukul 23.00 Wita. Yudi (42) bersama istrinya datang menggunakan sepeda motor Honda Vario warna hitam. Bukannya berkunjung untuk menyantap makanan, Yudi justru masuk mendatangi para pedagang sambil marah-marah. Tak hanya itu, Yudi juga memalak salah satu pedagang minuman yang ada disana.
“Sebelum dia ribut-ribut di parkiran itu, dia sempat ngoceh-ngoceh di dalam (tempat pedagang). Minta minuman ke penjual. Katanya pedagang, itu kedua kalinya dia datang sambil marah-marah dan minta minuman, tapi gak mau bayar,” cerita M Asdir.
Sesaat kemudian, Yudi ditemani istrinya melangkah menuju tempat parkir. Di sana lah dia bertemu M Asdir. Yudi yang saat itu di bawah pengaruh minuman keras kembali meracau di area parkir. Dia lalu memanggil semua tukang parkir yang ada di sana. Kemudian melontarkan kata-kata penuh amarah. “Kalian tahu tidak, saya yang kuasai seluruh tempat parkir di Bontang,” ucap M Asdir menirukan kata-kata Yudi.
[irp]
M Asdir mencoba meredam, dengan meminta Yudi untuk segera pulang ketimbang membuat keributan di area tersebut. Namun, hal itu justru menyulut emosi Yudi. Dia kemudian mengancam M Asdir akan ditikam. “Sebenarnya dia sudah berencana mau menikam saya menggunakan badik yang disimpan di dalam tas istrinya,” kata M Asdir. Akan tetapi, aksi Yudi itu di lerai oleh istrinya. Tak berselang lama, setelah adu mulut, Yudi dan istrinya meninggalkan area tersebut.
Jarum jam membidik angka 00.15 Wita, para pengunjung yang ada di Pujasera sudah tampak sepi. Warung makan dan minuman juga sudah tutup. Cuaca yang tadinya gerimis berubah menjadi hujan lebat. M Asdir pun mengurungkan niatnya untuk kembali ke rumah. Dia memilih berteduh di salah satu warung yang ada di sana. Sembari bermain game menggunakan ponsel pintar bersama beberapa temannya.
Beberapa menit kemudian, Yudi bersama istrinya kembali lagi ke tempat itu. Di tangan yudi menggenggam sebilah parang. Namun, kedatangan mereka tak disadari M asdir. “Awas om,” teriak seorang pengunjung yang saat itu juga berteduh di salah satu warung. Teriakan itu terdengar samar di telinga M asdir, dikarenakan hujan yang semakin lebat.
[irp]
Beberapa detik setelah teriakan itu, sebuah parang mendarat dengan kencang di bagian tengkuk M Asdir. “Pas saya dibacok itu, saya gak sadar, karena lagi asyik main game. Saya pikir yang dipegang pelaku itu sebuah balok. Karena rasanya seperti dihantam balok,” ujarnya.
Setelah menerima serangan itu, M Asdir kemudian berdiri tegak. Ia melihat jelas wajah Yudi dan sebuah parang di tangannya. M Asdir kemudian memilih kabur dengan berlari ke arah musala. Sontak, orang-orang yang ada di sana pun ikut kabur. Pasalnya, setelah membacok M Asdir, Yudi dengan membabibuta mengejar setiap orang yang ada di sana. Namun hal itu tak berlangsung lama, selepas kejadian itu, Yudi dan istrinya kemudian melarikan diri.
[irp]
“Sampai di musala saya cek luka saya, ternyata sudah sobek, sampai jari-jari saya masuk,” ujar M Asdir. Akibat serangan tersebut, sekujur tubuh M Asdir bersimbah darah, dikarenakan luka yang menganga di bagian tengkuk. Beberapa menit kemudian setelah situasi aman, dia dilarikan ke Rumah Sakit untuk menerima perawatan medis.
Pelaku penyerangan dalam kasus itu merupakan orang asing bagi M Asdir. Dia juga tak merasa punya masalah dengan seseorang. “Saya gak kenal siapa dia, itu kali pertamanya saya ketemu,” jelasnya.
Usai kejadian itu, Yudi memilih kabur ke Kabupaten Berau. Hanya berselang tiga hari, tepatnya Senin (08/11/2021) dia berhasil diringkus Tim Rajawali dibantu Satreskrim Polres Berau. “Pelaku sudah kami amankan,” kata Kapolres Bontang AKBP Hamam Wahyudi melalui Humas Polres Bontang AKP Suyono, Sabtu (14/11/2021).
[irp]
Saat ini tersangka beserta barang bukti senjata tajam jenis parang telah berada di Mapolres Bontang. Akibat perbuatannya Yudi dijerat pasal 351 ayat (2) tentang penganiayaan dan UU darurat nomor 12 tahun 1951 tentang senjata tajam. Dengan Ancaman 5 tahun penjara. (*)
Penulis : Fajri Sunaryo
Editor: Redaksi Akurasi.id