Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mulai menggelar seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama untuk mengisi lima posisi strategis di lingkungan Pemkab PPU. Bupati PPU Mudyat Noor menegaskan, proses seleksi harus menghasilkan pejabat yang memiliki kompetensi, integritas, serta mampu menjawab kebutuhan pemerintahan dan masyarakat.
Uji kompetensi dan penulisan makalah seleksi terbuka JPT Pratama tersebut digelar di Ballroom Novotel Balikpapan, Senin (10/8/2026). Sebanyak 33 peserta dinyatakan lolos seleksi administrasi dan berhak mengikuti tahapan seleksi. Namun, satu peserta tidak dapat mengikuti proses seleksi karena alasan kesehatan.
Lima jabatan yang dilelang melalui seleksi terbuka tersebut yakni Kepala Bapelitbang, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala Dinas Pendidikan.
Mudyat mengatakan, seleksi JPT Pratama tidak boleh sekadar menjadi proses administratif untuk mengisi jabatan yang kosong. Menurutnya, tahapan tersebut harus menjadi instrumen untuk mendapatkan pejabat yang memiliki kapasitas memimpin organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jabatan bukan sekadar gengsi. Jabatan adalah amanah. Yang dibutuhkan bukan hanya orang yang ingin menduduki jabatan, tetapi orang yang siap bekerja, siap bertanggung jawab dan mampu memberikan solusi bagi masyarakat,” tegas Mudyat.
Menurutnya, kepala OPD memiliki peran penting dalam menerjemahkan visi dan misi kepala daerah ke dalam program kerja yang konkret. Karena itu, pejabat yang terpilih nantinya tidak hanya dituntut memiliki kemampuan administratif, tetapi juga mampu mengambil keputusan, membangun kolaborasi, serta menyelesaikan berbagai persoalan pemerintahan.
Terlebih, kondisi fiskal daerah saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab PPU. Kepala OPD dituntut mampu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia dan memastikan setiap program memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Di tengah kondisi fiskal yang luar biasa ini, kita membutuhkan kepala OPD yang mampu berkolaborasi. Setiap kepala OPD harus bisa menemukan solusi bersama dan menghasilkan satu rumusan atau tujuan yang kemudian dilaksanakan untuk pembangunan Kabupaten PPU,” ujarnya.
Mudyat juga mengingatkan para peserta bahwa keberhasilan dalam memperoleh jabatan bukan menjadi tujuan akhir. Setelah terpilih, pejabat akan menghadapi tuntutan kinerja serta tanggung jawab yang lebih besar.
“Saya yakin dan percaya kawan-kawan semua mampu mengejar prestasi yang dimaksud. Jadi bukan hanya mengejar jabatan, tetapi juga mengejar pekerjaan dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan baik,” katanya.
Program Unggulan Jadi Salah Satu Penilaian
Sekretaris Daerah (Sekda) PPU Tohar mengatakan, seleksi dilakukan untuk mendapatkan kandidat terbaik dari para peserta yang dinilai memiliki kapasitas dan pengalaman dalam pemerintahan.
Menurut Tohar, para peserta yang mengikuti seleksi telah memiliki pengalaman sebagai pejabat administrator. Karena itu, proses seleksi diharapkan mampu menggali lebih jauh kapasitas, gagasan, serta kesiapan masing-masing kandidat sebelum ditetapkan menduduki jabatan JPT Pratama.
“Kita melakukan seleksi untuk mendapatkan yang terbaik dari yang baik. Saya percaya rekan-rekan yang saat ini menduduki jabatan administrator sudah melalui proses dan seleksi alam yang menjadi sebuah keniscayaan,” ujarnya.
Tohar menilai penulisan makalah menjadi salah satu tahapan penting karena memberikan ruang bagi peserta untuk menyampaikan gagasan serta program yang akan ditawarkan apabila dipercaya memimpin OPD.
Ia meminta peserta tidak hanya menyampaikan gagasan yang bersifat normatif, tetapi juga menawarkan program unggulan yang dapat menjadi gambaran visi dan komitmen calon kepala OPD.
“Saya menekankan dalam penulisan makalah, tawarkan apa yang menjadi program unggulan. Nantinya itu bisa menjadi kontrak kepala dinas kepada bupati, sehingga bupati dapat melihat bahwa calon kepala dinas memiliki keinginan kuat dan mimpi yang tinggi, bukan hanya melaksanakan apa yang sudah tertuang dalam DPA,” jelasnya.
Sementara itu, Asesor SDM Aparatur Ahli Utama Jawa Timur, Anom Surahno, mengatakan proses seleksi akan menggali sejumlah aspek untuk menentukan kandidat yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing jabatan.
Aspek yang dinilai meliputi kompetensi, pengalaman, potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan masalah, integritas, serta komitmen terhadap Kabupaten PPU.
“Sejumlah aspek yang akan kita gali antara lain kompetensi, pengalaman, potensi kepemimpinan, kemampuan berpikir strategis, kemampuan menyelesaikan permasalahan, integritas, serta komitmen terhadap Kabupaten Penajam Paser Utara,” katanya.
Melalui seleksi terbuka tersebut, Pemkab PPU berharap lima posisi JPT Pratama dapat diisi figur yang tidak hanya memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga memiliki kapasitas kepemimpinan, gagasan pembangunan, serta kemampuan menggerakkan organisasi.
Dengan demikian, pengisian jabatan diharapkan tidak berhenti pada proses menentukan siapa yang terpilih, tetapi memastikan pejabat yang mendapat amanah mampu membuktikannya melalui kinerja dan pelayanan kepada masyarakat. (*)
Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id