Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Kabar gembira bagi pecinta binatang di Samarinda. Saat ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyediakan program vaksin rabies gratis bagi hewan kesayangan.
Program ini ditujukan khusus untuk hewan penular rabies (HPR), yaitu hewan yang dapat menularkan virus rabies melalui gigitan, jilatan pada kulit yang terluka, atau kontak dengan selaput lendir seperti mata dan mulut.
Bagi anda yang ingin mengikuti program ini, berikut syarat dan ketentuannya:
1. Termasuk kategori HPR, seperti kucing, anjing, monyet, musang, dan rakun.
2. Hewan harus dalam kondisi sehat dan tidak sedang hamil untuk betina.
Baca Juga
3. Berusia minimal 3 bulan.
4. Dibawa menggunakan kandang, pet cargo, atau tali pengaman.
Lokasi pelayanan vaksinasi berada di Klinik Hewan DKPP Kota Samarinda, Jalan Biola Nomor 1, Sungai Pinang Luar, Samarinda Kota. Pelayanan tersedia setiap Senin hingga Jumat.
Baca Juga
Vaksin rabies tidak hanya bermanfaat bagi hewan, tetapi juga bagi pemiliknya. Vaksinasi dapat mencegah penyakit mematikan yang dapat menular ke manusia, melindungi kesehatan hewan peliharaan, dan menjadi bagian dari kewajiban hukum.
Selain itu, vaksinasi membantu hewan membangun kekebalan terhadap virus rabies, mengurangi risiko penularan, serta mendukung pemerintah mencapai target bebas rabies.
Jenis Vaksin
1. Vaksin Inaktif
Mengandung virus rabies yang telah dilemahkan atau dimatikan, sehingga aman dan efektif.
2. Vaksin Rekombinan
Dibuat dengan teknologi rekayasa genetika untuk menghasilkan protein virus rabies, menjadikannya sangat aman dan efektif.
Baca Juga
Jadwal vaksinasi
Dosis awal: Untuk hewan yang berumur kurang dari tiga bulan, diberikan satu dosis. Dosis lanjutan diberikan ketika hewan berumur lebih dari tiga bulan.
Dosis lanjutan (booster): Diberikan setiap tahun untuk menjaga kekebalan tubuh hewan.
Efek Samping yang Mungkin Terjadi
Demam ringan, Lemas, Nafsu makan menurun, Pembengkakan dan kemerahan pada area suntikan.
Jangan ragu membawa hewan kesayangan Anda untuk mendapatkan vaksin rabies. Lindungi diri, keluarga, dan hewan peliharaan Anda. Lebih baik mencegah daripada mengobati. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Devi Nila Sari
