Islamic Center Samarinda, Ikon Wisata Religi di Kaltim

Islamic Center Samarinda adalah salah satu masjid termegah yang ada di Indonesia sekaligus terbesar kedua di Asia Tenggara.
Suci Surya
2.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Islamic Center Samarinda adalah nama sebuah masjid megah yang terletak di Jalan Slamet Riyadi Nomor 1 Karang Asam Ulu, Sungai Kajang, Samarinda. Masjid kebanggaan warga Samarinda ini tercatat menjadi masjid terbesar dan termegah kedua di Asia Tenggara.

Sejarah Pendirian

Pendirian Islamic Center Samarinda digagas pertama kali oleh Gubernur Kalimantan Timur Bp. Bigjen (Purn) TNI H. Wahab Sjachranie. Gagasan itu muncul saat dilangsungkannya MTQ Nasional ke 9 di Kota Samarinda.

Realisasi gagasan kemudian diwujudkan dengan proses pengadaan lahan untuk pembangunan pada tahun 2000. Yang mana Pemprov Kalimantan Timur kala itu mendapatkan hibah areal seluas 7.2 hektar milik PT. Perhutani yang merupakan lahan bekas penggergajian kayu.

Proses pembangunan Islamic Center Samarinda dimulai pada 5 Juli 2001 dan rampung pada tahun 2008. Peresmian masjid Samarinda ini dilakukan oleh Presiden RI ke 6 yaitu bapak Susilo Bambang Yudhoyono.

Fungsional yang Berbalut Kemegahan

Masjid Islamic Center di Kota Samarinda ini dibangun dengan sangat megah namun tetap tak melupakan fungsi utamanya sebagai pusat pengembangan dakwah Islam.

1. Fungsi yang Dimiliki

Merupakan bangunan masjid, maka fungsi utama dari Islamic Center Kota Samarinda ini adalah sebagai areal ibadah bagi umat Islam.

Namun meski begitu peruntukan bangunan ini juga dirancang untuk dapat menampung berbagai hal lain yang merupakan pengembangan kegiatan dakwah. Hal tersebut tercermin pada pengadaan berbagai fasilitas penunjang yang ada di sekeliling masjid.

Dengan berbagai fasilitas tersebut, maka diharapkan Islamic Center akan dapat menjadi pusat kegiatan umat Islam secara terpadu.

2. Fasilitas Penunjang

Sebagai salah satu masjid termegah, Islamic Center di Samarinda ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang kegiatan. Berikut beberapa fasilitas penunjang yang terdapat di areal Masjid Islamic Center Kota Samarinda:

  • Perpustakaan yang berisi ragam literatur bertema umum dan keagamaan.
  • Ruang belajar baik untuk Taman Pendidikan Al Quran, TK maupun untuk Madrasah dan Sekolah dasar.
  • Sound System dan berbagai fasilitas multimedia.
  • Koperasi, Poliklinik, rumah imam seta penjaga masjid.
  • Gedung serbaguna atau Aula yang dapat difungsikan untuk berbagai kebutuhan acara bernuansa Islam.
  • Taman indah di sekeliling bangunan.
  • Halaman yang luas di pinggir jalan dekat dengan Sungai Mahakam.
  • Tersedia juga guest house.
  • Menara dengan lift yang dapat diakses oleh para pengunjung untuk menyaksikan pemandangan Kota Samarinda dari ketinggian.

3. Detail Bangunan

Masjid Islamic Center ini memiliki luas bangunan mencapai total 43.500 meter persegi, sedangkan luas total bangunan pendukungnya adalah 7.115 meter persegi. Dengan luasan seperti itu masjid ini dapat menampung hingga 45.000 orang jamaah.

Untuk total luas lantai dasar masjid adalah 10.270 meter persegi dan total luas lantai utama 8.185 meter persegi. Sedangkan untuk luasan lantai balkon masjid adalah 5.290 meter persegi.

Masjid ini dilengkapi dengan 7 buah minaret yang ketinggian minaret utamanya adalah 99 meter. Minaret utama ini berupa bangunan 15 lantai yang tiap lantainya memiliki ketinggian kurang lebih 6 meter. Dengan jumlah anak tangga dari lantai dasar ke lantai utama adalah 33.

Secara umum gaya arsitektur yang diterapkan pada Masjid Kota Samarinda ini bertema kombinasi antara Timur Tengah, Eropa dan khas Indonesia sendiri.

Gaya arsitektur tersebut tercermin dari bentuk kubah masjid yang mirip kubah masjid Hagia Sophia Istanbul Turki.

Lantas gerbang tinggi yang ada di sekeliling masjid meniru ciri khas arsitektur Eropa kuno. Sedangkan desain Menara mirip dengan Menara Masjid Nabawi di  Madinah.

Demikianlah uraian dan penjelasan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan keberadaan Islamic Center Samarinda. Mulai dari sejarah singkat pembangunan, fungsi utama, fasilitas penunjang hingga detail gaya arsitekturnya. (*)

Penulis: Pewarta
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana