Curah Hujan Naik Tajam, Samarinda Siaga Banjir Jelang Natal dan Tahun Baru

Pemerintah Kota Samarinda memperketat pemantauan cuaca dan mengaktifkan mitigasi di seluruh titik rawan banjir serta longsor, menyusul intensitas hujan yang terus meningkat menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.
Fajri
By
2.3k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Antisipasi bencana hidrometeorologi dan tanah longsor menjadi fokus utama Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Peningkatan curah hujan dalam beberapa pekan terakhir mendorong pemerintah menyiapkan langkah mitigasi lebih dini.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, mengatakan analisis data klimatologi menjadi acuan utama dalam merumuskan strategi pengurangan risiko. Dari hasil pemetaan, sejumlah titik rawan genangan, banjir, dan longsor kembali mendapat perhatian khusus, terutama wilayah yang kerap terdampak selama musim hujan.

Pemerintah mencatat intensitas hujan harian mencapai sekitar 50 milimeter. Angka tersebut dinilai cukup memicu genangan di beberapa kawasan. Jika hujan berintensitas tinggi berlangsung beruntun, potensi terjadinya banjir besar pun meningkat. Kondisi ini membuat Pemkot memperkuat pemantauan dan kesiapsiagaan di lapangan.

Upaya antisipasi turut dilakukan melalui peningkatan koordinasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan. Aparat kewilayahan diminta memastikan informasi kebencanaan tersampaikan secara cepat, sekaligus memberikan edukasi kepada warga terkait langkah darurat saat cuaca ekstrem.

- Advertisement -
Ad image

“Kami mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada tanpa panik. Edukasi kebencanaan penting agar warga memahami cara menyikapi situasi yang tidak dapat diprediksi,” ujar Andi Harun.

Selain mitigasi bencana, persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru juga berjalan paralel. TNI–Polri fokus mengamankan pelaksanaan ibadah, sementara Pemkot memperketat pengawasan terhadap potensi kerumunan serta peredaran minuman keras yang biasanya meningkat di akhir tahun.

Pada malam pergantian tahun, pemerintah kembali memusatkan pesta kembang api di kawasan Teras Samarinda. Kebijakan ini dipilih untuk mengurangi risiko kebakaran dan mencegah penumpukan massa di titik-titik rawan.

“Yang utama adalah memastikan situasi tetap aman, tertib, dan masyarakat dapat menikmati pergantian tahun dengan nyaman,” jelasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana