Bacaan Niat Puasa Ramadhan Lengkap Beserta Artinya, Banyak yang Masih Keliru Soal Waktunya

Menjelang Ramadhan, bacaan niat puasa kembali banyak dicari. Namun, tak sedikit umat Muslim yang masih keliru soal waktu dan tata cara berniat. Kesalahan ini bisa berdampak pada sah atau tidaknya puasa wajib.
Fajri
By
7.7k Views

Kaltim.Akurasi.id – Menjelang bulan suci Ramadhan, satu pertanyaan klasik kembali ramai diperbincangkan: bagaimana bacaan niat puasa yang benar, dan kapan waktu terbaik mengucapkannya?

Meski terdengar sederhana, nyatanya masih banyak umat Muslim yang keliru memahami soal niat. Padahal, niat menjadi penentu sah atau tidaknya puasa Ramadhan.

Berikut penjelasan lengkap bacaan niat puasa Ramadhan, arti, waktu membaca, hingga kesalahan yang sering terjadi.

Bacaan Niat Puasa Ramadhan

Berikut lafaz niat puasa Ramadhan yang umum digunakan:

Arab:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i fardhi syahri Ramadhâna hâdzihis sanati lillâhi ta‘âlâ.

Artinya:

“Saya niat puasa esok hari untuk menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”

 

Kapan Waktu Membaca Niat Puasa?

Untuk puasa wajib Ramadhan, niat dilakukan pada malam hari hingga sebelum terbit fajar (Subuh).

Artinya, niat bisa dibaca:

  • Setelah salat Isya
  • Saat Tarawih
  • Sebelum tidur
  • Ketika sahur

Yang terpenting, niat sudah ada di dalam hati sebelum Subuh tiba.

Jika lupa melafalkan secara lisan, puasa tetap sah selama di dalam hati sudah berniat menjalankan puasa Ramadhan.

Ini Kesalahan yang Masih Banyak Terjadi

  1. Mengira niat harus diucapkan keras

Padahal inti niat berada di hati. Lisan hanya sebagai penguat.

2. Baru berniat setelah Subuh

Untuk puasa wajib, niat setelah Subuh tidak lagi mencukupi.

3. Sekadar hafal lafaz tanpa memahami makna

Niat bukan formalitas. Ia adalah kesadaran bahwa puasa dilakukan semata karena Allah.

Tips Agar Niat Puasa Lebih Bermakna

Agar ibadah puasa tidak terasa rutinitas semata, coba lakukan ini:

  • Saat berniat, hadirkan kesadaran penuh bahwa hari itu kamu berpuasa karena Allah
  • Sertakan niat menjaga lisan, emosi, dan pikiran
  • Tanamkan tekad memperbaiki diri selama Ramadhan

Langkah kecil ini bisa membuat Ramadhan terasa jauh lebih hidup.

Niat puasa Ramadhan memang singkat, tapi menjadi pintu awal seluruh ibadah selama sebulan penuh. Bukan sekadar bacaan, melainkan janji spiritual antara hamba dan Tuhannya.

Semoga Ramadhan tahun ini menjadi momentum memperbaiki diri, dimulai dari niat yang lurus. (*)

Penulis: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }