Siswa SD 001 Bontang Selatan Wajib Isi Jurnal Ramadan: Pantau Ibadah dan Karakter

SD 001 Bontang Selatan mewajibkan siswa mengisi jurnal Ramadan. Sebagai upaya memantau ibadah dan pembinaan karakter.
Devi Nila Sari
850 Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Bulan Ramadan kerap dimaknai sebagai momentum untuk memperbanyak amal ibadah. Semangat itu pula yang diterapkan di SD 001 Bontang Selatan dengan mewajibkan seluruh siswa mengisi jurnal Ramadan selama bulan suci.

Kepala SD 001 Bontang Selatan, Novita Susyati mengatakan, kegiatan pembelajaran selama Ramadan lebih difokuskan pada pemantauan ibadah siswa melalui jurnal tersebut. Setiap peserta didik diminta mencatat aktivitas ibadah yang dilakukan di rumah.

“Kegiatan selama Ramadan lebih difokuskan pada pemantauan ibadah anak melalui jurnal Ramadan. Anak-anak mengisi jurnal kegiatan ibadah mereka di rumah, seperti salat, mengaji, dan puasa,” tuturnya.

Dalam jurnal itu, siswa tidak hanya mencatat pelaksanaan salat wajib, tetapi juga salat tarawih hingga kegiatan kultum jika ada. Khusus untuk pelaksanaan salat berjamaah, siswa diminta melampirkan tanda tangan imam sebagai bentuk verifikasi.

Selain itu, apabila terdapat kegiatan kultum, siswa juga diminta merangkum isi ceramah. Langkah ini dilakukan agar mereka benar-benar menyimak dan memahami materi yang disampaikan, bukan sekadar hadir.

Novita menjelaskan, untuk siswa kelas bawah, format jurnal dibuat lebih sederhana dan disesuaikan oleh guru. Hal ini agar anak-anak tetap mampu mengisi dengan mudah tanpa merasa terbebani.

“Tujuannya untuk memantau sekaligus memotivasi anak-anak agar tetap aktif beribadah selama Ramadan,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan di era digital saat ini, di mana anak-anak cenderung lebih banyak menghabiskan waktu dengan gadget. Melalui jurnal Ramadan, sekolah berupaya menghadirkan kontrol positif sekaligus mendorong kebiasaan ibadah sejak dini.

Terkait penilaian, Novita menyebut, jurnal Ramadan lebih menitikberatkan pada pembinaan karakter siswa. Meski demikian, untuk mata pelajaran Pendidikan Agama, isi jurnal tetap dapat menjadi bagian dari penilaian guru agama.

“Kami berharap, sekolah Ramadan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga membentuk karakter religius dan disiplin pada diri siswa sejak usia dini,” pungkasnya. (*)

Penulis: Muhammad Zulkifli
Editor: Devi Nila Sari

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana
#printfriendly .related-sec { display: none !important; } .related-sec { display: none !important; } .elementor-2760 .elementor-element.elementor-element-0f8b039 { --display: none !important; } .elementor-2760 { display: none !important; }