Efek Tol Mulai Terasa, Penumpang Ferry Lebaran di PPU Anjlok

Kehadiran akses tol KIPP IKN–Balikpapan mulai mengubah pola mobilitas masyarakat. Selama Lebaran 2026, jumlah penumpang ferry di PPU tercatat turun signifikan, terutama dari kendaraan roda empat.
Fajri
By
2.9k Views

Kaltim.akurasi.id, Penajam Paser Utara – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) mencatat penurunan jumlah penumpang kapal ferry dan kendaraan selama periode arus mudik dan balik Lebaran 2026. Penurunan ini diperkirakan mencapai sekitar 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Bidang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) Dishub PPU, Habibi, menjelaskan bahwa berkurangnya jumlah penumpang terutama dipengaruhi oleh beroperasinya akses jalan tol yang mengalihkan arus kendaraan, khususnya kendaraan roda empat.

“Sebenarnya kita justru mengalami penurunan, baik penumpang maupun angkutan. Penurunan ini dipengaruhi akses tol, sehingga kendaraan roda empat, terutama mobil penumpang, tidak lagi melewati VRI,” ujar Habibi.

Ia menyebutkan, tren penurunan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak tahun sebelumnya. Namun, pada Lebaran tahun ini dampaknya jauh lebih signifikan karena akses tol difungsikan secara penuh selama arus mudik dan balik.

“Dulu sifatnya masih terbatas, hanya saat mudik dan balik. Sekarang sudah full, sehingga pergeseran arus kendaraan sangat terasa dan berdampak pada penurunan data di ferry,” jelasnya.

Habibi menambahkan, penurunan paling signifikan terjadi pada kendaraan penumpang roda empat yang sebelumnya mendominasi lalu lintas di jalur ferry. Sementara itu, angkutan logistik relatif stabil karena tidak dapat melintasi jalan tol.

“Untuk angkutan logistik masih normal, karena memang tidak bisa melewati jalan tol. Truk dan kendaraan roda empat ke atas tetap terdata di VRI,” katanya.

Pendataan Dishub dilakukan selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam, dengan puncak arus terjadi pada 24–25 Maret 2026. Setelah periode tersebut, arus lalu lintas mulai menurun.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada jalur Pelabuhan Ferry Penajam–Kariangau:

  • Penumpang pejalan kaki pada arus mudik turun 13,59 persen, dan arus balik turun 19,77 persen.
  • Kendaraan roda dua hingga lebih dari roda empat turun 20,47 persen saat mudik, dan anjlok hingga 83,81 persen saat arus balik.

Sementara itu, pada jalur kelotok dan speed boat:

  • Penumpang pejalan kaki turun 10,28 persen saat mudik, namun naik 1,32 persen saat arus balik.
  • Pengguna roda dua turun 6,36 persen saat mudik, dan turun lebih tajam hingga 34,29 persen saat arus balik.

Untuk jalur Penajam–Maridan:

  • Penumpang pejalan kaki turun 15,29 persen saat mudik dan 16,37 persen saat arus balik.
  • Pengguna roda dua turun 24,27 persen saat mudik, namun melonjak 428,57 persen saat arus balik.

Selain itu, Terminal Penajam juga mencatat penurunan jumlah penumpang, yakni 33,48 persen saat arus mudik dan 40,90 persen saat arus balik.

Secara keseluruhan, pergerakan penumpang pada jalur mudik turun sekitar 15,8 persen, sementara arus balik mengalami penurunan lebih tajam hingga 59,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Habibi menyebut, kemudahan akses melalui jalan tol KIPP IKN–Balikpapan menjadi salah satu faktor utama perubahan pola perjalanan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa tol tersebut hingga kini belum dibuka secara permanen dan masih dalam tahap penyelesaian.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut. Kemarin hanya difungsikan sementara sampai 30 Maret. Secara umum, jalan tol masih belum siap dibuka karena masih banyak yang perlu dibenahi,” jelasnya. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana