Ta’a dan Sapei Sapaq, Keindahan Pakaian Adat Kalimantan Timur dari Suku Dayak Kenyah

Ta’a dan Sapei Sapaq merupakan pakaian adat khas Suku Dayak Kenyah, suku asli wilayah Kalimantan Timur.
Ocha Ocha
25 Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Ta’a dan Sapei Sapaq merupakan pakaian adat khas Suku Dayak Kenyah, suku asli wilayah Kalimantan Timur. Pakaian ini menjadi simbol kebanggaan budaya masyarakat Dayak yang kaya akan nilai filosofis dan estetika. Ta’a dipakai oleh perempuan, sementara Sapei Sapaq untuk laki-laki. Keduanya sering digunakan dalam upacara adat, pernikahan, penyambutan tamu, serta pertunjukan seni tari seperti tari pepatay atau tarian tradisional lainnya.

 

Pakaian Ta’a untuk wanita terdiri dari beberapa bagian utama. Atasan disebut sapei inoq, berbentuk seperti blus atau rompi tanpa lengan yang terbuat dari kain beludru hitam. Bawahan berupa rok sebatas lutut yang juga bernama ta’a. Seluruh bagian dihiasi anyaman manik-manik kecil berwarna-warni yang membentuk motif khas.

 

Aksesoris pendukung meliputi ikat kepala (da’a) dari anyaman pandan atau kain dengan hiasan bulu burung enggang, gelang, serta rumbai-rumbai di dada dan lengan. Motif yang umum adalah burung enggang (simbol kebebasan dan kebijaksanaan), tumbuhan, harimau, atau naga. Motif hewan dan figur manusia utuh biasanya hanya boleh dipakai keturunan bangsawan, sedangkan motif tumbuhan untuk rakyat biasa.

 

Sementara itu, Sapei Sapaq untuk pria memiliki desain yang gagah dan maskulin. Atasan berupa rompi berwarna hitam dengan hiasan manik-manik cerah. Bawahan berupa cawat atau celana pendek yang disebut abet kaboq, yang dulunya terbuat dari kain selendang yang dililitkan. Pakaian ini dilengkapi aksesoris penting seperti mandau (senjata tradisional) yang diikat di pinggang, serta taring atau gigi harimau sebagai simbol keberanian.

 

Motif pada Sapei Sapaq mirip dengan Ta’a, namun penekanannya lebih pada kesan kuat dan perkasaan. Warna kontras manik-manik melambangkan kecintaan Dayak Kenyah terhadap alam dan keharmonisan di tengah perbedaan.

 

Keindahan Ta’a dan Sapei Sapaq tidak hanya terletak pada tampilannya yang memukau, tetapi juga makna mendalam di baliknya. Burung enggang melambangkan kebebasan dan status sosial, harimau mencerminkan keberanian, serta tanggung jawab.

 

Pakaian ini mengajarkan nilai-nilai kebersamaan, hormat pada alam, dan pelestarian identitas suku. Proses pembuatannya yang rumit yakni menjahit manik satu per satu membutuhkan ketelatenan dan waktu berbulan-bulan, mencerminkan kesabaran dan dedikasi masyarakat Dayak.

 

Di era modern, Ta’a dan Sapei Sapaq tetap lestari. Banyak generasi muda mengenakannya dalam festival budaya, acara resmi provinsi, atau bahkan perpaduan dengan busana kontemporer. Meski Kalimantan Utara dan Timur berbagi pakaian adat ini (karena sejarah wilayah), ia tetap menjadi identitas kuat Suku Dayak Kenyah. (*)

 

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana