Orangtua Anak Berkebutuhan Khusus Sampaikan Aspirasi ke Wakil DPRD Bontang

Pendidikan, terapi, fasilitas olahraga, hingga lapangan kerja menjadi poin dalam penyampaian aspirasi pada Reses Masa Sidang II DPRD Bontang Tahun 2026
Suci Surya
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Bontang – Sejumlah orang tua anak berkebutuhan khusus menyampaikan berbagai aspirasi kepada Wakil Ketua DPRD Bontang, Sitti Yara, dalam agenda Reses Masa Sidang II Tahun 2026, Selasa (29/4/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog bagi keluarga penyandang disabilitas untuk menyampaikan kebutuhan yang selama ini mereka hadapi, mulai dari pendidikan, terapi, fasilitas olahraga, hingga lapangan kerja.

Dalam forum itu, Masita dari Forum Keluarga Spesial Indonesia (Forkesi) Bontang menyoroti pentingnya akses pendidikan yang lebih tinggi bagi anak penyandang disabilitas. Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan beasiswa khusus serta membuka peluang perguruan tinggi di Bontang agar menerima mahasiswa disabilitas.

Menurutnya, saat ini akses pendidikan inklusif di jenjang perguruan tinggi masih sangat terbatas dan sebagian besar hanya tersedia di Pulau Jawa. Kondisi tersebut membuat banyak orang tua merasa berat jika harus mengirim anak melanjutkan studi ke luar daerah.

“Kami berharap anak-anak kami punya kesempatan yang sama untuk kuliah dan meraih masa depan,” ujarnya.

Aspirasi lain disampaikan Isnawari yang menyoroti prestasi anak-anak disabilitas Bontang di bidang olahraga. Ia menyebut banyak atlet disabilitas telah mengharumkan nama daerah, namun belum didukung fasilitas penunjang dan pelatih profesional yang memadai.

Selain itu, Isnawari juga meminta perhatian terhadap lapangan kerja bagi penyandang disabilitas. Ia berharap anak-anak berkebutuhan khusus dapat diberdayakan dan mandiri secara ekonomi.

“Kami ingin anak-anak ini punya masa depan dan mampu berdiri di atas kaki sendiri,” katanya.

Sementara itu, Putri, orangtua anak tuna grahita, meminta pemerintah memfasilitasi pelatihan bagi anak-anak disabilitas. Menurutnya, pelatihan keterampilan penting agar anak-anak memiliki aktivitas positif sekaligus bekal untuk hidup mandiri.

Keluhan juga datang dari Mutia, ibu dari anak dengan autism spectrum disorder ini mempertanyakan belum maksimalnya fungsi Autism Center di Bontang. Menurutnya, tidak semua anak bisa mendapatkan terapi di fasilitas tersebut, padahal kebutuhan terapi sangat besar.

“Anak-anak seperti ini butuh sekolah dan terapi berjalan beriringan,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Irma, orangtua anak dengan down syndrome. Ia meminta kemudahan akses terapi melalui BPJS, bukan hanya dibatasi sampai usia tujuh tahun, khususnya layanan terapi di rumah sakit. Menurutnya, terapi sangat penting bagi tumbuh kembang anak dan tidak bisa dihentikan begitu saja.

Menanggapi berbagai masukan itu, Sitti Yara menyatakan siap memperjuangkan aspirasi para orang tua dengan memanggil dinas terkait, seperti Dinas Pendidikan (Disdik), Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) Bontang, dan instansi teknis lainnya.

Ia menegaskan, kebutuhan penyandang disabilitas harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar hak mereka di bidang pendidikan, kesehatan, olahraga, dan pekerjaan dapat terpenuhi.

“Semua masukan ini akan kami bawa dan perjuangkan agar ada solusi nyata untuk anak-anak kita di Bontang,” tegas Sitti Yara. (adv/dprdbontang/cha/uci)

Penulis: Siti Rosidah More
Editor: Suci Surya Dewi

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana