Viral Biaya Laundry Rp450 Juta, Alwan Laundry Akui Layani Kebutuhan Pemprov Kaltim Sejak 2023

Sorotan publik terhadap anggaran laundry Pemprov Kaltim memicu klarifikasi dari penyedia jasa. Alwan Laundry mengungkap telah bekerja sama sejak 2023 dengan cakupan layanan yang luas.
Fajri
By
2.1k Views

Kaltim.akurasi.id, Samarinda – Alwan Laundry mengakui menjadi salah satu penyedia jasa pencucian yang digunakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

Hal ini mencuat setelah Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Kaltim membuka kwitansi jasa laundry kepada awak media, menyusul viralnya isu biaya pencucian pakaian gubernur yang disebut mencapai Rp450 juta pada 2026.

Namun, Pemprov Kaltim telah membantah isu tersebut. Mereka menegaskan bahwa anggaran tersebut tidak hanya digunakan untuk mencuci pakaian pimpinan, melainkan juga berbagai kebutuhan lain seperti karpet, bed cover, sprei, gorden, hingga ambal pada bangunan yang berada di bawah kewenangan Biro Umum.

Pemilik Alwan Laundry, Eny, membenarkan bahwa usahanya telah bekerja sama dengan Pemprov Kaltim sejak 2023, tepatnya pada masa Penjabat (Pj) Gubernur Akmal Malik.

“Memang benar Pemprov mencuci di sini. Jadi apa yang diminta, kami kerjakan,” ujarnya saat diwawancarai di Samarinda, Rabu (6/5/2026).

Ia menjelaskan, layanan yang diberikan meliputi pencucian karpet, bed cover, sprei, sarung kursi, hingga taplak meja. Namun, ia menegaskan tidak melayani pencucian pakaian dinas.

Untuk sistem pembayaran, dilakukan melalui transfer setiap bulan. Rata-rata pendapatan dari kerja sama tersebut berkisar Rp8 juta hingga Rp10 juta per bulan, dan bisa meningkat hingga Rp15 juta saat momen padat kegiatan seperti hari besar atau Lebaran.

Eny juga menyebut, meski usahanya memiliki jam operasional normal, pihaknya memberikan layanan khusus selama 24 jam untuk Pemprov Kaltim.

“Kalau untuk umum ada jam operasional. Tapi khusus Pemprov, kami bisa melayani kapan saja,” jelasnya.

Ia menambahkan, usaha yang dijalankannya masih berskala UMKM, dengan pengelolaan yang sederhana dan fleksibel menyesuaikan kebutuhan pelanggan.

“Ini usaha kecil, bukan perusahaan besar. Jadi kadang buka-tutup menyesuaikan kegiatan juga,” pungkasnya. (*)

Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana