Ancaman Karhutla Mengintai IKN, OIKN Pasang Sensor dan Perkuat Mitigasi El Nino

Otorita Ibu Kota Nusantara mulai meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman El Niño 2026 yang diprediksi memicu musim kemarau lebih kering di kawasan IKN. Sensor pendeteksi kebakaran, pos damkar, hingga sistem panic button disiapkan untuk mengantisipasi karhutla.
Fajri
By
717 Views

Kaltim.akurasi.id, Nusantara — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mulai menyiapkan strategi mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menghadapi potensi musim kemarau panjang atau El Niño 2026 di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Penanganan disiapkan melalui sistem berbasis teknologi, mulai dari pemasangan sensor kebakaran hingga penguatan pos pemadam kebakaran di sejumlah wilayah rawan.

Langkah antisipasi tersebut dibahas dalam rapat Koordinasi Pemantapan Musim Kemarau 2026 dan Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan yang digelar di Kantor OIKN, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan paparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada April 2026, musim kemarau di kawasan IKN diperkirakan berlangsung lebih kering dibanding kondisi normal. Puncak kemarau diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dengan curah hujan rendah, berkisar 0–20 milimeter.

Selain itu, sejumlah titik panas terdeteksi di wilayah Sepaku, Samboja, Muara Jawa, hingga Mentawir yang dinilai memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap potensi karhutla.

Menghadapi kondisi tersebut, OIKN menyiapkan langkah penanganan mulai dari tahap pencegahan, deteksi dini, pemadaman, hingga penanganan pascakebakaran.

Pada tahap pencegahan, OIKN akan memperkuat regulasi dan standar operasional penanganan karhutla, meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat dan masyarakat adat, serta memperketat pengawasan di kawasan rawan kebakaran.

Sementara untuk deteksi dini, OIKN menyiapkan pemasangan sensor kebakaran hutan di tujuh kawasan delineasi IKN yang akan terhubung langsung dengan command center. Sistem itu juga dilengkapi layanan panggilan darurat dan panic button guna mempercepat respons penanganan di lapangan.

Kesiapan pemadaman turut diperkuat melalui penyediaan pos pemadam kebakaran di Maridan, Sepaku, Samboja, Loa Janan, Muara Jawa, hingga kawasan Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.

Selain itu, OIKN juga mulai memetakan potensi sumber air di kawasan delineasi untuk memastikan ketersediaan pasokan air saat proses pemadaman berlangsung.

Staf Khusus Kepala OIKN Bidang Komunikasi Publik, Troy Pantouw, mengatakan mitigasi dilakukan agar aktivitas masyarakat dan pembangunan di IKN tetap berjalan optimal di tengah ancaman cuaca ekstrem.

“Fenomena El Niño merupakan siklus alam yang perlu diantisipasi bersama. Karena itu, Otorita IKN telah menggagas sejumlah strategi mitigasi dan kesiapsiagaan, khususnya dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

OIKN juga akan melibatkan desa-desa di wilayah delineasi IKN melalui program masyarakat peduli api, masyarakat mitra polisi kehutanan (polhut), serta desa tangguh bencana untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi ancaman karhutla. (*)

Penulis: Nelly Agustina
Editor: Redaksi Akurasi.id

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Menu Vertikal
Menu Sederhana