Kaltim.akurasi.id, Samarinda — Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (APMKT) mulai bergerilya menemui sejumlah partai politik dan fraksi di DPRD Kalimantan Timur guna mempertanyakan kelanjutan hak angket yang sebelumnya telah disepakati bersama.
Langkah tersebut dilakukan menjelang rencana aksi 215 (21 Mei 2026), dengan fokus mendorong fraksi-fraksi DPRD agar menunjukkan sikap tegas terhadap tuntutan masyarakat.
Koordinator Lapangan APMKT, Erly Sopiansyah, mengatakan konsolidasi dilakukan melalui dialog langsung dengan para ketua partai politik.
“Itu menjadi bagian dari program aliansi,” ujarnya saat diwawancarai awak media di Samarinda, beberapa waktu lalu.
Partai pertama yang ditemui aliansi adalah Partai Amanat Nasional. Dalam pertemuan tersebut, pihak PAN disebut masih melakukan peninjauan ulang terhadap usulan hak angket dan akan membahasnya lebih lanjut melalui rapat internal.
Selain menemui partai politik, Erly mengungkapkan pihaknya juga berencana melakukan audiensi dengan fraksi-fraksi di DPRD Kaltim. Langkah itu dilakukan untuk mempertanyakan sejauh mana perkembangan hak angket yang sebelumnya telah ditandatangani sejumlah fraksi.
“Audiensi ini dilakukan dengan cara berkunjung langsung ke DPRD, seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya,” katanya.
Saat ini, APMKT tengah mengurus surat permohonan audiensi. Kegiatan tersebut direncanakan berlangsung sebelum aksi 215 dengan melibatkan sekitar 50 perwakilan aliansi.
Erly menyebut pihaknya masih menunggu respons dari sejumlah ketua partai yang saat ini berada di luar kota. APMKT berharap dapat melakukan pertemuan langsung setelah para pimpinan partai kembali ke Samarinda.
“Sejauh ini kami mencoba audiensi dengan PKB, PDIP, PKS, PPP, Gerindra, Demokrat, atau hampir seluruh partai yang sebelumnya ikut menandatangani dukungan pada aksi 214,” tegasnya. (*)
Penulis: Yasinta Erikania Daniartie
Editor: Redaksi Akurasi.id